Indonesia Libatkan Tokoh Adat Selesaikan Batas Negara

share on:
Perbatasan Timor Leste - NTT - IST
Perbatasan Timor Leste – NTT/Ilustrasi – IST

Kupang, Jubi – Pemerintah Indonesia mulai melibatkan sejumlah tokoh adat, dari Indonesia dan Timor Leste, untuk menyelesaikan sejumlah sengketa lahan perbatasan yang terjadi antara kedua negara dalam waktu dekat ini.

“Kegiatannya akan berlangsung dari tanggal 4-8 September, duduk bersama antara Kementerian Dalam Negeri Indonesia, Departemen Luar Negeri Indonesia, dan pihak Timor Leste. Kami juga melibatkan sejumlah tokoh adat baik dari Timor Leste serta dari Indonesia, demi tercapainya kesepakatan soal perbatasan,” kata Kepala Badan Koordinasi Perbatasan Indonesia-Timor Leste NTT, Paul Manehat, kepada di Kupang, Rabu (31/8).

Ia menyebutkan dua lahan sengketa yang masih harus diselesaikan itu ada di daerah Bijael Sunan-Oben, Desa Manusasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, serta wilayah demarkasi Naktuka di Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.

Dilibatkannya sejumlah tokoh adat dari kedua negara dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya konflik yang dapat mengakibatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Timor Leste tidak berjalan baik.

“Kita sudah sering bertemu pemerintah Timor Leste untuk membicarakan soal perbatasan ini karena, dari pemberitaan beberapa waktu lalu masyarakat Amfoang Timur justru telah mengancam untuk memasuki wilayah Naktuka yang saat ini dikuasai warga Timor Leste,” tuturnya.

Oleh karena itu ia mengharapkan upaya mengandeng tokoh adat dapat menjadi jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Pengamat hukum internasional, Dr DW Tadeus, menilai Jakarta tidak tegas dalam upaya menyelesaikan sengketa lahan di Naktuka, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur yang kini diolah dan ditempati oleh warga Timor Leste.

“Ini penyerobotan wilayah negara yang tidak bisa dipandang enteng. Pemerintah pusat (Jakarta) harus mengambil langkah-langkah tepat dalam menyelesaikan sengketa lahan di Naktuka itu,” katanya.

Tetapi ia juga menilai langkah dengan melibatkan sejumlah tokoh adat bisa digunakan, agar tidak terjadi konflik yang lebih panjang lagi kedepannya. Sebab penyelesaian batas negara itu tidak boleh berlarut-larut.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Indonesia Libatkan Tokoh Adat Selesaikan Batas Negara