Lima Belas Tahun TPA Waibron Tak Dikelola Baik

share on:

Pemilik ulayat ketika memalang pembangunan jalan menuju TPA Waibron Distrik Sentani Barat Moi, Kabupaten Jayapura – Jubi/Engel Wally
Pemilik ulayat ketika memalang pembangunan jalan menuju TPA Waibron Distrik Sentani Barat Moi, Kabupaten Jayapura – Jubi/Engel Wally
Sentani, Jubi – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kampung Waibron, Distrik Sentani Barat Moi milik Pemerintah Kabupaten Jayapura tak dikelola dengan baik selama kira-kira lima belas tahun lamanya.

Menurut anggota Komis A DPRD Kabupaten Jayapura Karel Samonsabra Pemkab Jayapura membiarkan TPA tersebut belasan tahun. Padahal Pemkab sudah membayar uang ganti rugi kepada para pemilik ulayatnya.

“TPA juga dapat menghasilkan PAD bagi daerah ini,” katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu (31/8/2016).

Setelah belasan tahun dibiarkan kini Pemkab Jayapura membangun jalan menuju lokasi tersebut. Akibatnya pemilik ulayat melakukan pemalangan.

“Menurut mereka (baca: pemilik ulayat) persoalan ini harus diselesaikan dulu baik-baik di para-para adat, karena menyangkut batas-batas tanah,” kata anak asli Kampung Waibron itu.

Ia pun meminta agar pengerjaan jalan menuju lokasi TPA tersebut dihentikan untuk sementara. PU juga harus berkoordiansi dengan pemilik ulayat untuk menyelesaikan persoalannya.

“Jika tidak dilakukan demikian maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau terjadi tindakan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban siapa yang bertanggung jawab?” katanya.

Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura Ted Mokay ketika dikonfirmasi Jubi mengaku telah berkoordiansi dengan ondoafi dan pemilik ulayat sebelum dimulai pembangunan jalan. Karena itu, pengerjaan jalan yang didanai DAU (dana alokasi khusus) APBD Kabupaten Jayapura tahun anggaran 2016 sebesar Rp 1,4 miliar itu tetap dilanjutkan. Proses pelaksanaan pekerjaan sudah jelas melalui tender.

“Jadi, kita yang sudah pintar, jangan lagi membodohi masyarakat karena kepentingan kita tidak diakomodir. Siapapun yang melakukan pemalangan dan perlawanan di sana, berarti berurusan dengan pemerintah daerah dan buntutnya akan menuju ke ranah hukum,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lima Belas Tahun TPA Waibron Tak Dikelola Baik