Pemkab Sorong Tak Mengetahui Tanah Ulayat Bermasalah

share on:

Mediasi pemilik ulayat tanah kampung Klasmelek dengan Pemerintah Kabupaten Sorong di Media Center Polres Sorong, Rabu (31/8/2016) – Jubi/Florence Niken
Mediasi pemilik ulayat tanah kampung Klasmelek dengan Pemerintah Kabupaten Sorong di Media Center Polres Sorong, Rabu (31/8/2016) – Jubi/Florence Niken
Sorong, Jubi – Pemerintah Kabupaten Sorong bakal mengkaji tuntutan marga Kokmala/Felis soal ganti rugi tanah adat sebesar Rp 10 milar yang berujung pada pemalangan jalan menuju Kampung Klasmelek (Jalan Tiga Dara SP III dan Jalan Kampung Klasmelek SP IV) Kelurahan Makbusun, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong sejak Senin (29/8/2016).

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Sorong saat mediasi dengan pemilik ulayat di Media Center Polres Sorong, Rabu (31/8/2016) mengatakan pemerintah tak mengetahui masalah tersebut. Lahan yang dipalang tersebut memiliki sertifikat nasional (TSN).

“Makanya saya minta mereka buat surat ke pemerintah daerah untuk dikaji sehingga berdasarkan data tersebut pemerintah bisa meminta BPN untuk mengeceknya. Kalau memang milik adat akan dibayar dengan syarat setelah dibayar tanah tersebut akan menjadi aset pemerintah daerah,” katanya.

Senin lalu sekitar 15 orang dari marga Kokmala-Felis memalang jalan dengan kayu dan mendirikan tenda serta spanduk. Dalam tuntutan disebutkan Kampung Klasmelek milik marga Kokmala-Felis. Oleh karena itu, Pemkab Sorong segera membayar ganti rugi Rp 10 miliar.

Pemalangan tersebut mengakibatkan aktivitas warga sekitar kawasan itu terhenti. Namun TNI-Polri dari Koramil Salawati dan Polsek Salawati beserta masyarakat bergotong royong membuat jalan alternatif untuk dilalui warga.

Ketua LMA Kabupaten Sorong Korneles Wusili mengatakan pemalangan dibuka pada Rabu (31/8/2016).

Sementara Kapolres Sorong AKBP Moch Rudy Prasetyo mengatakan Polri tetap mengedepankan sisi humanis dan menunggu keputusan pemerintah daerah setempat.

“Masalah ini kami kembalikan ke proses adat. Kami tetap akan menjaga keamanan dengan menempatkan personil di lokasi pemalangan,” kata Rudy.

Hingga berita ini ditulis pemalangan belum dibuka dan masyarakat sekitar Kampung Klasmelek masih menggunakan jalan alternatif. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkab Sorong Tak Mengetahui Tanah Ulayat Bermasalah