‘Penghuni’ di Lapas Abepura Terus Bertambah

share on:
Kalapas Klas IIA Abepura, Bagus Kurniawan (kiri) didampingi Kadiv Pemasyarakatan, Sarlotha Merahabia, Senin (30/08/2016) - Jubi/Abeth You
Kalapas Klas IIA Abepura, Bagus Kurniawan (kiri) didampingi Kadiv Pemasyarakatan, Sarlotha Merahabia, Senin (30/08/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Penambahan nara pidana (Napi) dan tahanan dari tahun 2014 hingga tahun 2016 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Abepura, Papua jumlah naiknya sangat signifikan sekali.

Hal itu dikatakan Kepala Lapas Klas IIA Abepura, Bagus Kurniawan bahwa tahun 2014 berjumlah 350 lebih, namun pertengahan tahun 2016 sudah naik cukup tinggi.

“Sekarang tahun 2016 jumlah narapidana dan tahanan menjadi 452 orang. Itu meningkat sekali,” ungkap Bagus Kurniawan kepada wartawan di Lapas Abepura, Senin (30/08/2016) usai ramah-tamah dengan narapidana dan tahanan.

Bagus menjelaskan, naiknya tahanan di Lapas Abepura lantaran adanya tindak pidana korupsi (Tipikor) dari tiap kabupaten. “ Tipikor banyak sekali, nara pidana lainnya juga banyak sekali. Tahanan tipikor ada sekitar 80 sampai 100 orang (belum didata secara detail) tapi banyak,” imbuhnya.

Lanjutnya, waktu diberi remisi tanggal 15 Agustus 2016 di Lapas Doyo hanya dibebaskan 15 orang tapi yang masuk setiap hari 4 sampai 5 orang.

“Mungkin ke depan Lapas Abepura mendekati oper kapasitas. Tapi, untuk sementara daya tampang masih memenuhi. Jadi di dalam tahun ini juga kami mengusulkan ada penambahan, block. Mudah-mudahan dari pusat ada penambahan itu,” jelasnya.

Disinggung metode pembinaan terhadap warga binaan? Ia mengatakan, pihaknya utamakan pembinaan rohani dan mental dulu.

“Jadi, kegiatan keagamaan Kristen kita buat satu minggu penuh, dan sebaliknya. Semua kegiatan keagamaan di Lapas kita dukung penuh,” katanya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemekumham wilayah Papua, Sarlotha Merahabia mengakui, Lpas Klas IIA Abepura merupakan salah satu lembaga yang cuku bagus. “Lembaga Pemasyarakat Abepura cukup bagus,” kata Sarlotha.

Menurutnya, di Jayapura harus ada rumah tahanan untuk menampung semua tahanan-tahanan yang ada di Papua. “Memang kita tidak bisa gabung-gabung. Harus kita pisahkan,” ujarnya.

“Narapidana tidak hanya duduk-duduk saja di dalam lembaga. Makanya, selama ada di dalam Lapas mereka dibekali dengan berbagai keterampilan apa saja. Begitu keluar dari lembaga ia bisa bekerja. Jadi jangan pandang narapidana itu dengan sebelah mata, sebetulnya Tuhan titipkan mereka di sini menjadi orang yang bijaksana,” bebernya. (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  ‘Penghuni’ di Lapas Abepura Terus Bertambah