Peserta BPJS Kesehatan di Papua Capai 90 Persen

share on:
Proses pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Divisi Regional XII Maluku-Papua – Jubi/Roy Ratumakin.
Proses pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Divisi Regional XII Maluku-Papua. – Jubi/Roy Ratumakin

Jayapura, Jubi – Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk wilayah Papua hingga 31 juli 2016 telah menembus angka 446.109 jiwa atau mencapai 90 persen dari target 93 persen.

Pejabat Sementara Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XII Maluku-Papua, Hindro Kusumo memperkirakan, hingga Desember nanti akan mampu mencapai target 93 persen dari 498.451 jiwa.

“Meski begitu kami akan akan terus berupaya mencapai 100 persen dari target yang ditentukan BPJS Kesehatan Pusat,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (31/8/2016).

Ia berharap target tersebut tercapai dengan didukung enam kantor cabang di  Jayapura, Merauke, Biak, Wamena, serta Monokwari dan Sorong untuk Papua Barat.

Hindro menjelaskan, khusus untuk jumlah peserta di Kota Jayapura sudah mencapai 409.352 jiwa (98,94 persen) dari jumlah populasi Kota Jayapura 413.756 jiwa. Sedangkan untuk Kabupaten Jayapura mencapai 181.744 jiwa (58,48 persen) dari total populasi 143.665 jiwa.

Terkait sosialisasi, ia berharap setiap bulan ada penambahan kepesertaan. Karena sosialisasi akan memperbanyak peserta. Sosialisasi dilakukan untuk menjelaskan perubahan-perubahan atau perkembangan aturan.

Hindro mengatakan, rekruitmen peserta menggunakan geathering yang berpatokan pada kelompok penerima BPJS Kesehatan. Dilakukan pendekatan kepada Pemerintah Daerah agar anggaran untuk jaminan kesehatan terhadap masyarakatnya yang tidak mampu bisa dimasukkan menjadi penerima bantuan kesehatan yang bersumber dari dana APBD.

“Tetapi kalau dari Penerima Upah (PU) dari Badan Usaha (BU), contohnya kepada badan usaha yang memiliki karyawan yang belum dimaskukan ke dalam JKN itu, kami kumpulkan dan berikan sosialisasi untuk diajukan sebagai peserta sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” katanya.

 

JKN dan KIS

Kepala Departemen Hukum, Komunikasi Publik Kapatuhan dan Keuangan BPJS Kesehatan Divisi Regional XII Maluku-Papua, Livendri Irvarizal mengatakan sebenarnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sama dalam hal penggunaan.

“JKN nama programnya KIS itu nama kartunya, sedangkan BPJS Kesehatan adalah penyelenggaranya, kalau dulunya ada istilah peserta BPJS Kesehatan sama dengan peserta JKN begitu juga dengan KIS, sekarang dinamakan peserta JKNKIS (Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat), hal ini dilakukan agar tidak rancu,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini KIS sudah didistribusikan dari Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) yang dananya bersumber dari APBN. Menurutnya, banyak masyarakat yang salah penafsiran terkait distribusi KIS ke daerah-daerah untuk masyarakat miskin.

“Padahal yang sebenarnya adalah distribusi KIS itu juga untuk seluruh peserta JKN, jadi kartu BPJS Kesehatan itu ke depannya akan menjadi KIS dan akan diubah kartunya,” ujarnya. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Peserta BPJS Kesehatan di Papua Capai 90 Persen