Duterte Siap Berdiskusi HAM dengan Obama

share on:

Manila, Jubi – Presiden Filipina Rodrigo Duterte siap berdiskusi dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tentang hak asasi manusia (HAM) di Laos, pekan depan. Tetapi, Duterte minta agar pihak AS mendengarkan dirinya sebelum berbicara mengenai HAM.

Duterte dan Obama/ filipinewsph.com
Duterte dan Obama/ filipinewsph.com

Saat ditanya kesediaannya berdiskusi dengan Obama mengenai HAM dalam pertemuan sela konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Timur 6 September, Duterte berujar bahwa AS perlu memahami masalahnya terlebih dahulu sebelum berdiskusi mengenai HAM.

“Saya akan memaksanya untuk mendengarkan saya bahwa ini problemnya, setelah itu baru kita dapat berbicara,” katanya.

Washington sempat menunjukkan keprihatinan atas tingginya angka pembunuhan terkait narkoba sejak Duterte menjadi presiden dua bulan lalu.

Data kepolisian yang disiarkan Selasa (30/8/2016) menunjukkan, jumlah pembunuhan terkait narkoba sejak Duterte menjabat mencapai sekitar dua ribu jiwa. Setengahnya tewas akibat ditembak polisi, sisanya wafat oleh penembak misterius.

Duterte, juga dijuluki “penghukum” agaknya menyesal menyerahkan kasus pengedar dan pengguna narkoba kepada kepolisian. Ia juga banyak dikritik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk negara lainnya atas kebijakannya tersebut.

Belum lama Duterte menyebut Duta Besar AS untuk Filipina seorang “gay yang tak lama akan menjadi pelacur”.

Pihak Gedung Putih pada Senin mengatakan, Obama akan menunjukkan keprihatinan terhadap beberapa “pernyataan terbaru” Duterte saat bertemu minggu depan.

Namun, isu penting terkait keamanan juga dibahas antarnegara sekutu dekat tersebut, mengingat tensi tinggi di Laut China Selatan. Tiongkok sempat geram karena keputusan persidangan internasional menolak klaimnya atas perairan tersebut di mana kasus itu didaftarkan oleh Filipina.

Duterte mengatakan, ia akan berunding dengan Tiongkok yang diwakili Perdana Menteri Li Keqiang dalam KTT tersebut. Sejumlah media memberitakan, Duterte juga akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Duterte Siap Berdiskusi HAM dengan Obama