Jelang G20, Shanghai Hentikan Sementara 255 Pabrik

share on:

Shanghai, Jubi – Sebanyak 255 perusahaan di Shanghai berhenti beroperasi sementara, guna mengurangi polusi menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada 4 hingga 5 September 2016. 

Pabrik di kawasan industri di Shanghai/ inhabitat.org
Pabrik di kawasan industri di Shanghai/ inhabitat.org

Penghentian sementara operasional juga berlaku bagi perusahaan minyak raksasa milik negara, Sinopec Shanghai Petrochemical dan Baoshan Iron & Steel, perusahaan furnitur serta cat, demi mengurangi tingkat polusi di Shanghai, khususnya di Hangzhou yang hanya berjarak dua jam perjalanan darat.

Selain Shanghai, pemerintah Tiongkok pekan lalu meminta ratusan pabrik di lima provinsi untuk berhenti beroperasi.

Menghentikan sementara operasional pabrik besar maupun kecil, merupakan hal rutin yang dilakukan pemerintah Tiongkok, ketika dipercaya menjadi tuan rumah sebuah perhelatan besar berskala internasional. Sama halnya ketika Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade pada tahun 2008 dan KTT APEC 2014 di Beijing yang dikenal dengan “APEC Blue”.

Untuk perhelatan G20 sekarang, semboyan yang digunakan yaitu “G20 Blue”. Semboyan ini pun diterapkan ke seluruh kota dan provinsi yang berdekatan dengan Hangzhou, Provinsi Zhejiang, tempat pertemuan puncak negara-negara G20 digelar.

Kontrol pabrik yang meliputi perusahaan kimia, produsen bahan bangunan dan produsen tekstil berlaku di seluruh daerah delta Sungai Yangtze di sekitar Shanghai dan mencakup Provinsi Zhejiang, Jiangsu, Anhui dan Jiangxi, serta sembilan kota di Provinsi Shandong, yang berjarak hampir 435 mil utara dari Hangzhou.

Di Hangzhou, selain menutup pabrik, pembatasan penggunaan kendaraan juga telah dilakukan sejak beberapa pekan silam, dan pemerintah setempat meliburkan warganya selama satu pekan dan didorong untuk berwisata ke luar Hangzhou.

Departemen Perlindungan Tiongkok mencatat Beijing berada pada peringkat 66 dari 74 kota terpolusi di Negeri Panda tersebut. Shanghai dan Hangzhou masing-masing berada pada urutan 57 dan 43. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jelang G20, Shanghai Hentikan Sementara 255 Pabrik