Jubi Tak Hanya Sekedar Media

share on:

Ilustrasi 15 Tahun Jubi - Jubi

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menyatakan Jubi (tabloidjubi.com dan Koran Jubi) tak hanya sekedar media, namun mengadvokasi berbagai dinamika di masyarakat, terutama ketika korban adalah rakyat sipil.

Ia mengatakan, ditengah kegalauan masyarakat yang butuh media menyuarakan berbagai dinamika yang terjadi, keluh kesah mereka, harapan kepada para stakeholder, Jubi hadir memberikan ruang yang seluas-luasnya agar masyarakat bisa bersuara.

“Jubi, Jujur Bicara. Berani, kritis dan berimbang. Saya salut. Jubi tak hanya sekedar media, tetapi mampu mengadvokasi setiap informasi demi perubahan yang diinginkan rakyat secara luas. Jubi disenangi rakyat bahkan semua kelompok lembaga, LSM, organisasi, pemerintah yang pro rakyat untuk suatu perubahan,” kata Kadepa ketika menghubungi Jubi via teleponnya, Rabu (31/8/2016).

Menurutnya, Jubi tak pandang bulu. Objektif, independent, edukatif, berani, kritis, dan selalu memberitakan fakta yang terjadi di masyarakat. Hal inilah yang membuat Jubi selalu ada di hati masyarakat Papua, terutama orang asli Papua.

“Bagian itu yang membuat Jubi berbeda dari yang lain. Jubi tak bisa disamakan dengan media lain di Papua. Jubi tak punya kepentingan dengan pemerintah, investor, aparat keamanan dan lainnya. Jubi berani mengkritisi secara blak-blakan siapapun yang melenceng dari tugas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap Jubi kedepan Jubi tetap berpegang pada prinsipnya. Tak kenal kompromi. Kritis dan terus menyuarakan kondisi nyata yang terjadi dan dialami masyarakat Papua.

Tetap menjadi media yang bisa memberikan warna tersendiri untuk semua komponen di Papua dalam kondisi Papua yang krisis dalam semua aspek.

“Saya secara pribadi dan keluarga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas mediasi, advokasi serta mengawal kinerja saya pribadi selama saya duduk sebagai wakil rakyat di DPR Papua. Saya tak bisa akan membalas apapun. Kini Jubi sudah 15 tahun bersama rakyat. Jubi hadir menjawab kebutuhan rakyat,” kata anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM itu.

Terpisah, legislator Papua lainnya, Emus Gwijangge mengatakan, Jubi memiliki warna tersendiri. Keberpihakan Jubi kepada masyarakat begitu jelas.

“Ini yang membedakan Jubi dari media lain. Jubi lebih memberikan ruang kepada masyarakat untuk bicara,” katanya.

Namun menurutnya, kehadiran Jubi belum tentu diterima semua pihak. Tentu ada pihak-pihak yang merasa terganggu dan dirugikan dengan kehadiran Jubi.

“Akibatnya berbagai stigma ditujukan kepada Jubi. Namun saya yakin jajaran manajemen dan awak redaksi Jubi sudah terbiasa dengan hal itu dan tak menyurutkan semangat mereka untuk terus berkarya,” ucapnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jubi Tak Hanya Sekedar Media