Pemadaman Listrik dan Jaringan Internet Hambat Proses E-KTP di Palu

share on:
Jaringan internet lambat dan pemadaman listrik hambat pembuatan e-KTP - IST
Jaringan internet lambat dan pemadaman listrik hambat pembuatan e-KTP – IST

Palu, Jubi – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Burhan Thoampo, memastikan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk membuat Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) mencapai 5 hari kerja sejak perekaman data sampai pencetakan KTP.

“Standar pelayanan Disdukcapil Palu yaitu 5 hari proses data, baru e-KTP dapat diambil oleh warga atau wajib KTP,” kata Burhan Thoampo di Palu, Kamis (1/9/2016).

Ia mengatakan bahwa waktu tersebut telah mempertimbangkan banyaknya data dan perekaman e-KTP yang harus diproses. Padahal, idealnya pembuatan e-KTP hanya membutuhkan waktu 1 jam saja untuk warga sudah dapat mengantongi KTP-nya.

Dia mengakui terbatasnya kemampuan jaringan internet membuat proses input data ke sistem nasional terlambat dan membutuhkan waktu yang lama.

“Kelemahan kita yaitu jaringan internet sering lalot, itu yang membuat input data ke sistem sangat terlambat. Faktor lain yaitu seringnya pemadaman lampu listrik,” akunya.

Sementara ketersediaan blangko e-KTP menurutnya tidak menjadi masalah karena pengiriman oleh pusat diadakan sesuai dengan jumlah data e-KTP yang akan dicetak.

Akan tetapi, lanjutnya, proses pembuatan e-KTP terkadang membutuhkan waktu sampai 10 hari jika sering terjadi pemadaman lampu dan gangguan jaringan internet.

Karena lampu listrik sering padam, maka jaringan internet juga sering macet. Ini akan mengakibatkan data yang harus diinput semakin menumpuk, dan bila penginputan data terlalu besar, maka prosesnya akan semakin lambat.

“Blangko e-KTP, itu sangat bervariasi. Karena blangko disediakan sesuai dengan jumlah e-KTP yang akan dicetak,” ujarnya.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemadaman Listrik dan Jaringan Internet Hambat Proses E-KTP di Palu