Tekan Inflasi, Intensifkan Pusat Informasi Produksi Pertanian

share on:
Pemkab Jatim perkuat koordinasi penyebaran informasi mengenai produksi pertanian untuk tekan inflasi - IST
Pemkab Jatim perkuat koordinasi penyebaran informasi mengenai produksi pertanian untuk tekan inflasi – IST

Banyuwangi, Jubi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan memperkuat koordinasi penyebaran informasi mengenai produksi pertanian untuk memenuhi target menekan angka inflasi, kata Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Kamis (1/9/2016).

Untuk menjaga inflasi di level yang bisa diterima, kata Anas, pemkab akan mengintensifkan pusat informasi produksi pertanian.

“Setiap kecamatan harus intens mengirim data dan prediksi hasil panen dan produk pertanian lain, sehingga kita bisa tahu daerah mana yang demand-nya lagi tinggi, wilayah lain mana yang sedang surplus produksi. Sehingga tidak ada backlog kebutuhan pokok. Ini bisa menekan kenaikan harga pasar,” katanya.

Selain membentuk pusat informasi, ia juga memerintahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengintensifkan komunikasi dengan para pemangku kepentingan.

“Komunikasi terus dengan pihak perbankan, termasuk Bank Indonesia. Paling penting menjaga komunikasi dengan pelaku pertanian karena produk ini sangat lentur terhadap kenaikan harga,” kata Anas.

Berdasarkan inflasi di tahun 2015, bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,42 persen. Angka ini paling tinggi dibanding kelompok lainnya seperti makanan jadi, minuman yang 0,19 persen, dan kelompok transportasi dan komunikasi yang 0,22 persen.

Anas menyebut inflasi sebagai salah satu tolok ukur kinerja perekonomian yang tak bisa lagi disepelekan karena langsung berhubungan dengan daya beli masyarakat.

Pihaknya menyiapkan pengelolaan inflasi yang lebih kuat untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan pelambatan ekonomi yang masih membayangi.

“Tim ekonomi saya perkuat tahun ini. Anak-anak muda yang punya latar belakang ekonomi kita masukkan ke dalam struktur. Mereka akan tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk saling bersinergi menekan angka inflasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan angka inflasi di Banyuwangi pada tahun 2015 sebesar 2,15 persen. Posisi ini termasuk inflasi terendah ketiga di Jawa Timur.

Tak hanya itu, di bidang ekonomi Bupati Anas juga fokus pada peningkatan pendapatan daerah. Untuk itu pihaknya mendorong Dinas Pendapatan Daerah untuk mengefektifkan pengawasan pajak.

“Dinas Pendapatan itu penting. Saya targetkan pendapatan daerah harus naik. Tugasnya mendorong tax monitor pada objek-objek pendapatan,” jelas Anas.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tekan Inflasi, Intensifkan Pusat Informasi Produksi Pertanian