2017, Angkutan Kota Tak Lagi Pakai Mobil Carry

share on:

Ilustrasi angkutan kota Jayapura - Jubi//sebardunia.blogspot.co.id
Ilustrasi angkutan kota Jayapura – Jubi//sebardunia.blogspot.co.id
Jayapura Jubi – Dinas Perhubungan Kota Jayapura tak lagi menggunakan mobil jenis carry pada tahun 2017 untuk angkutan dalam kota.

Kadishub Kota Jayapura Elbi Uneputty mengatakan angkutan yang tidak sesuai dengan kelas jalan dan tidak sesuai dengan undang-undang sudah tidak bisa beroperasi lagi.

“Kendaraan yang usianya 15 tahun itu akan dihapuskan, akan dilakukan secara bertahap. Kita akan melakukan uji layak. Kalau sudah tidak layak kita akan mengujinya supaya bisa masuk, tetapi ada bebagai kendala. Tahun depan sudah tidak ada lagi taksi carry,” katanya beberapa waktu lalu di Jayapura.

Menurut dia hal itu sudah diatur dalam undang-undang. Oleh karena itu, pihaknya mengambil sikap tegas untuk meniadakan taksi yang sudah tua.

“Tahun depan pelan-pelan diuji di seluruh kota. Gubernur sudah mengamanatkan untuk penertiban taksi-taksi liar. Kita dukung penghapusan benda-benda itu,” katanya.

Bus yang disediakan pihaknya dari tipe sedang seperti DAMRI ukuran sedang, bus panjang dengan jumlah 60 sit dan bus sedang dengan kapasitas 18 penumpang.

“Kendaraan yang pas di Kota Jayapura itu medium karena konstruksi jalan tidak memungkinkan karena itu besar,” ujarnya.

Kini angkutan mobil jenis carry dipungut Rp 5.000 per penumpang, sedangkan bus yang bakal diadakan Dishub dan dilengkapi AC dibebankan Rp 3.000 atau Rp 4.000 per penumpang.

“Aturan ketat sehingga kita juga harus memenuhi ketentuan itu. Kita ikut WTN semua akan dinilai mengenai perhubungan. Jikalau kita tidak memenuhi maka kedepan kita busa tidak dapat WTN maka harus dipenuhi sesuai persayaratannya,” katanya.

Sopir angutan kota, Karobi mengharapkan agar Dishub Kota Jayapura memperbaiki kendaraan yang ada. Ia bahkan pesimistis bus yang akan didatangkan tak bisa diatur dengan baik.

“Kami sebagai warga juga meragukan hal ini sebab kendaraan carry saja belum ditata secara maksimal, apalagi untuk bus. Pemerintah juga harus tanggap dengan undang-undang yang berlaku,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  2017, Angkutan Kota Tak Lagi Pakai Mobil Carry