Nason Utty: Sarjana Baru Jangan Hanya Bermimpi Jadi PNS

share on:
Foto bersama wisudawan dan wisudawati usai acara syukuran di aula asrama Mimika di Jayapura, Rabu (31/08/2016) - Jubi/Abeth You
Foto bersama wisudawan dan wisudawati usai acara syukuran di aula asrama Mimika di Jayapura, Rabu (31/08/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Tokoh Intelektual suku Mee, Paniai, Nason Utty mengatakan tugas wisudawan adalah memenuhi tantangan untuk menjadi pihak yang tidak membebani tetapi justru membantu pemerintah untuk turut serta sediakan lapangan pekerjaan.

“Saya ingin sampaikan bahwa salah satu hal yang dapat kalian lakukan adalah menjadi seorang pengabdi. Usai wisuda harus selalu ciptakan lapangan kerja. Seperti di Jayapura, usai wisuda saudara Agus Kadepa dirikan Gerakan Papua Mengajar (GPM). Saya salut itu. Kalian juga bisa,” terang Nason Utty pada acara syukuran wisudawan di aula asrama Mimika di Jayapura, Rabu (31/08/2016).

Menurut Nason yang juga Sekretaris Komisi V DPR Papua membidangi pendidikan dan kesehatan itu meminta kepada sarjana baru lulusan perguruan tinggi di Jayapura, terlebih dari Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk tidak hanya bermimpi jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Banyak lulusan sarjana yang menganggur karena mereka berkeinginan menjadi PNS di tengah pemerintah sedang melakukan moratorium PNS.

“Saya minta lulusan sarjana suku Mee di Jayapura dan Papua umumnya jangan hanya bercita-cita dan bermimpi jadi PNS . Apalagi pemerintah kini tengah melakukan moratorium PNS,” kata dia.

Dia berharap para sarjana jangan hanya menyimpan ilmu yang didapatnya di kepala, melainkan diamalkan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat, agama dan negeri ini.

“Saya harapkan sarjana-sarjana baru ini memiliki bekal ilmu memadai serta ketrampilan yang sangat dibutuhkan di tempat yang baru. Bisa saja, kalian ikut membantu melakukan pembinaan umat dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,” tegasnya.

Ketua panitia syukuran wisuda suku Mee di Jayapura, Derek Yeimo, mengatakan tidak ada satu orang pun yang ingin disebut gagal, semua orang ingin sukses. Hari ini adalah awal dari perjuangan lain yang telah dinanti.

“Banyak bidang yang harus kita garap untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Banyak sekali permasalahan bangsa yang pada hari ini semakin menumpuk maka kita akan hadir dan menjadi solusi,” kata Derek yang juga wisudawan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini.

Dikatakannya, hari ini adalah tentang masa depan, karena para wisudawan bukan penonton masa depan.

Tema yang diangkat dalam acara tersebut adalah Kesuksesan Hanya dari Tuhan, dengan sub tema Semangat Kesuksesan Wisudawan dan Wisudawati UNCEN Harus Berimana kepada Generasi Papua ke Depan. (*)

 

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Nason Utty: Sarjana Baru Jangan Hanya Bermimpi Jadi PNS