Papua Mengalami Deflasi 0,18 Persen

share on:
Logo Badan Pusat Statistik - Google.com
Logo Badan Pusat Statistik – Google.com

Jayapura, Jubi – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua melaporkan terjadi deflasi pada Agustus 2016 sebesar -0,18 persen. Deflasi selama Agustus, menurut BPS, terjadi terutama karena imbas penurunan harga sejumlah kelompok pengeluaran Bahan Makanan dan kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan.

Di Kota Jayapura, deflasi banyak dipengaruhi penurunan bahan makanan pasca libur lebaran, terutama sayur-mayur sebesar -1,35 persen dan harga tiket pesawat sebesar -0,21 persen yang berperan memberikan andil atau imbas penurunan (deflasi-red) harga tersebut.

Kepala Bidang Nerasa Wilayah dan Analisis Statistik BPS Papua Eko Mardiana menjelaskan, selain penurunan harga berbagai komoditas di Jayapura, tidak bagi Merauke yang mengalami Inflasi sebesar 0,69 persen.

“Ini dipengaruhi berbagai komoditas yang ikut naik, meski harga kelompok pengeluaran sandang pangan sebesar – 0,13 persen dan kelompok pengeluaran Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar -0,68 persen tak mempengaruhi kenaikan harga di kelompok pengeluaran lainnya seperti Bahan makanan, rokok, makanan jadi, kesehatan, perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar, pendidikan, rekereasi dan olahraga,” katanya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan, tarif transportasi yang ikut turun terutama tarif angkutan antar kota yang masih menyisakan efek dari tarif mudik yang sempat melonjak tajam.

Selain hal di atas, Sasmito juga menyebutkan, selain penurunan harga komoditas global, intervensi pemerintah sejak tahun lalu untuk mengendalikan sejumlah tarif seperti tarif listrik dan BBM, dinilai cukup ampuh untuk mengendalikan inflasi.

Sementara itu, BPS mencatat inflasi tahun kalender berjalan dari Januari hingga Juli 2016 sebesar 1,74 persen dan inflasi tahun ke tahun 2,79 persen.

Dari 82 kota survei Indeks Harga Konsumen (IHK), diketahui 49 kota mengalami deflasi, yang paling tinggi dengan angka -0,87 persen di Kupang, NTT, dan inflasi terendah tercatat di 33 kota dengan angka tertinggi 1,27 persen di Manokwari, Papua Barat.(*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Papua Mengalami Deflasi 0,18 Persen