Penyerapan Rastra Merauke Paling Rendah di Wilayah Selatan

share on:
Tampak tumpukan karung beras Bulog di gudang milik pak Sidi – Jubi/Roy Ratumakin.
Tampak tumpukan karung beras Bulog di gudang milik pak Sidi – Jubi/Roy Ratumakin.

Merauke, Jubi- Berdasarkan data yang dikeluarkan Bulog Sub Divre Merauke, serapan beras sejahtera (rastra) untuk Kabupaten Merauke, paling rendah dibandingkan tiga kabupaten pemekaran lainnya seperti Boven Digoel, Mappi serta Kabupaten Asmat.

Hal itu dijelaskan Kepala Bulog Sub Divre Merauke, Zaid El Sabali kepada wartawan Jumat (2/9/2016).  Penyerapan rastra ini, katanya, sudah memasuki triwulan ketiga per tanggal 31 Agustus 2016.

Dikatakan, khusus Kabupaten Merauke, penyerapan baru mencapai 70,34 persen, Boven Digoel 95,81 persen,  Mappi 87 persen serta  Asmat 112 persen. Khusus Kabupaten Asmat  telah melampaui target.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Merauke agar melakukan koordinasi bersama para kepala distrik, agar jatah rastra bagi masyarakat, bisa ditebus dan diambil sekaligus dibagikan. Memang  penyerapan rastra untuk Merauke masih sangat kurang dibandingkan tiga kabupaten pemekaran lain,” ujarnya.

Kepala Distrik Sota, Mike Walinaulik mengatakan, keterlambatan menebus jatah rastra di Bulog, lantaran kesulitan mengumpulkan uang dari masyarakat. Karena pendapatan yang didapatkan, tidak menentu.

“Memang ada kepala kampung mempunyai inisiatif dengan menebus rastra terlebih dahulu di Bulog Sub Divre Merauke. Setelah dari itu, baru beras dibawa dan begitu masyarakat mengambil, langsung membayar di tempat. Biasanya warga maunya ada barang, baru uang disetorkan,” katanya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penyerapan Rastra Merauke Paling Rendah di Wilayah Selatan