Tenaga Pendidik SLB di Papua Masih Didatangkan dari Luar

share on:
Anak didik Sekola Luar Biasa (SLB) Negeri bagian B, Abepura, saat mengikuti lomba untuk melatih motorik anak – Jubi/Roy Ratumakin.
Anak didik Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bagian B, Abepura, saat mengikuti lomba untuk melatih motorik anak. – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bagian B, Abepura, Papua, Kamino mengatakan, tenaga pendidik untuk SLB yang dipimpinnya umumnya berasal dari luar Papua.

“Sangat sulit mendapatkan tenaga pendidik dari Papua, karena di sini belum ada universitas yang memiliki jurusan atau program studi Pendidikan Luar Biasa, ini yang menjadi persoalan mendasar di sekolah ini,” katanya Jumat (2/9/2016).

Ia mengatakan, mendidik anak yang mengalami keterbelakangan mental membutuhkan guru yang harus memiliki skill lebih agar bisa memahami watak dan karakter muridnya.

Di Indonesia bagian timur, katanya, hanya ada dua universitas yang memiliki program studi Pendidikan Luar Biasa, di Manado dan Makassar.

“Kebanyakan guru yang mengajar di sini dari dua daerah tersebut,” ujarnya.

Klasifikasi tenaga pengajar menurut Kamino, bukan saja memiliki ijazah Pendidikan Luar Biasa, tetapi juga bisa bidang studi umum seperti pendidikan agama, pendidikan jasmani, dan bidang tertentu seperti bidang keterampilan.

Selain kendala tenaga pengajar, menurutnya kendala lain luas sekolah masih sangat sempit. Padahal anak-anak di SLB adalah anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental yang butuh ruangan memadai.

“Paling utama lokasi kami sangat sempit, bangunan fisik berupa gedung ruang kelas dan praktek sangat terbatas untuk 147 anak, ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” katanya.

Alat-alat yang lain seperti meja dan kursi belajar, katanya, juga sangat terbatas, termasuk kapasitas ruangan. Karena itu sekolah tidak lagi menambah atau menerima anak pindahan dari sekolah lain untuk masuk ke sekolah tersebut karena keterbatasan infrastruktur.

Kamino menjelaskan, lulusan SMA Luar Biasa bisa melanjutkan kuliah ke universitas di Indonesia sesuai kemampuan mereka. Bahkan sudah ada dua lulusan yang direkomendasikan kuliah di FMIPA Universitas Cenderawasih. Selain itu juga ada tamatan yang bekerja di beberapa perusahaan dan membuka usaha sendiri.

Seorang orang tua wali murid yang enggan disebut namanya mengatakan, sebagai orang tua cukup bersyukur dengan tenaga pendidik yang ada di SLB Negeri Bagian B. Sebab karena mereka anaknya bisa menikmati pendidikan dengan baik.

“Awalnya saya khawatirr dengan apa yang dialami anak saya karena memiliki keterbelakangan mental, saya yakin dan percaya pendidikan akan mengubah segalanya,” katanya.(*)

 

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tenaga Pendidik SLB di Papua Masih Didatangkan dari Luar