Dideklarasikan, Teruna Bakti Suka Pake Noken

share on:
Titus Pekei saat memberikan noken secara simbolis kepada Kepala Sekolah Teruna Bakti, Demianus Kumanireng dalam kegiatan pementasan komunitas budaya Teruna Bakti dan deklarasi Teruna Bakti “Suka Pake Noken” yang berangsung di Halaman SMA YPPK Teruna Bakti – Jubi/Roy Ratumakin.
Titus Pekei memberikan noken secara simbolis kepada Kepala SMA Teruna Bakti Demianus Kumanireng saat deklarasi Teruna Bakti “Suka Pake Noken”. – Jubi/Roy Ratumakin

Jayapura, Jubi – SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teruna Bakti mendeklarasikan Teruna Bakti “Suka Pake Noken” saat acara peringatan HUT ke-45 sekolah itu di halaman SMA YPPK Teruna Bakti, Sabtu (3/9/2016).

Hadir pada acara tersebut alumni SMA YPPK Teruna Bakti dan Titus Pekei, penggagas Noken Papua Warisan Dunia yang juga alumni SMA Teruna Bakti.

Kepala SMA YPPK Teruna Bakti, Demianus Kumanireng mengatakan, perayaan 54 tahun Komunitas Pendidikan Teruna Bakti pada 1 September 2016 merupakan momen penting bagi alumni dan pengelola untuk melakukan refleksi atas perjalanan pendidikan di lembaga tersebut.

SMA YPPK Teruna Bakti berdiri 1971 dengan nama Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Teruna Bakti yang berpola asrama. Namun secara de fakto Teruna Bakti sudah hadir sejak 1950 di Fak-Fak dengan nama Oplending Dorps Onderwijer (ODO) atau Sekolah Guru Kampung.

Diharapkan, katanya, para siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan dapat memperoleh wawasan dan semangat baru untuk melanjutkan perjuangan di SMA YPPK Teruna Bakti di masa mendatang.

Seiring terbentuknya alumni Teruna Bakti 1 September 2012, maka pada 4 Desember 2012 Titus Pekey, alumni lulusan 1997 bersama kementerian terkait mengikuti sidang UNESCO di Paris, Perancis. Sejak itu noken diterima sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Maka, pada HUT kami yang ke 45, kami juga mendeklarasikan Teruna Bakti Suka Pake Noken, dengan harapan Noken bisa dikenakan para tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan para siswa yang berada di lingkup SMA YPPK Teruna Bakti,” ujar Kumanireng.

Titus Pekei mengatakan, bangga dengan SMA YPPK Teruna Bakti yang telah mendeklarasikan Teruna Bakti Suka Pake Noken. Karena Noken yang diperjuangkan bukan perkara mudah.

“Dengan pendeklarasian ini berarti anak-anak di Papua sudah cinta dengan Noken,” katanya.

Menurutnya, Noken hanya ada di Tanah Papua. Ia merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan budaya orang Papua. Dalam noken, terdapat nilai-nilai hakiki, baik nilai antropologis, sosiologis, kultur, maupun nilai filosofis hidup sejak nenek moyang hingga hari ini.

“Saya ajak semua kita untuk selamatkan Noken Papua sebagai identitas budaya Papua,” katanya.

Sejak pertama kali noken ditetapkan UNESCO di Paris, Perancis, Selasa 4 Desember 2012, noken resmi sebagai warisan budaya takbenda.

“Mengingatkan kita untuk mencoba merefleksikan kembali arti noken itu sendiri, tidak sebatas fisik noken semata, melainkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya noken suku-suku di Tanah Papua,” katanya.

Noken, menurut Titus, menyatu dengan orang Papua sejak dahulu kala. Hanya, kini perlu upaya penyelamatan dari ancaman budaya asing, karena makna budaya asli, termasuk noken, nyaris dibenturkan dengan pemaknaan keliru akibat asmilasi budaya maupun unsur politis tertentu.

“Noken sudah terkenal hingga ke mancanegara, ia warisan budaya dunia, sekarang, tugas kita untuk harus selamatkan dari kepunahan dan ancaman pencampuran budaya luar terhadap noken Papua,” ujarnya. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dideklarasikan, Teruna Bakti Suka Pake Noken