Parlemen Tiongkok Ratifikasi Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim

share on:
Afek gas rumah kaca berdasarkan sektor/Ilustrasi - wikipedia.org
Afek gas rumah kaca berdasarkan sektor/Ilustrasi – wikipedia.org

Jayapura, Jubi –– Parlemen Tiongkok pada Sabtu (3/9/2016) meratifikasi perjanjian Paris terkait perubahan iklim. Ratifikasi tersebut baru dapat diberlakukan paling awal akhir tahun ini.

Kesepakatan itu dituangkan setelah pengambilan suara terkait “proposal meninjau kembali dan meratifikasi Kesepakatan Paris,” yang dilakukan di pertemuan penutup sesi dua bulanan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional.

Pengumuman tersebut keluar di saat 20 pemimpin ekonomi terbesar dunia (Kelompok 20 atau G20) mulai berdatangan di kota Hangzhou, Tiongkok, untuk menghadiri pertemuan G20 pada Minggu dan Senin.

Negara-negara G20 bertanggung jawab atas sekitar 80 persen emisi karbon global. Amerika Serikat, penyumbang emisi yang berada di posisi kedua terbesar, juga meratifikasi perjanjian itu.

Hampir 200 negara sepakat di Paris pada Desember lalu, dalam perjanjian global yang mengikat, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga kenaikan suhu udara global di bawah 2 derajat Celsius.

Tiongkok  bertanggung jawab atas 20 persen emisi global, sementara AS  menyumbang 17,9 persen emisi, Rusia  menyumbang 7,5 persen dan India 4,1 persen emisi.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) Sabtu (2/9) lalu, Ketua UNEP Erik Solheim, menyambut baik ratifikasi Perjanjian Paris oleh Tiongkok dan AS.

“Pengumuman tersebut sangat penting. Kepemimpinan Tiongkok dan AS sangat penting untuk memajukan Perjanajian Paris,” kata Solheim dalam pernyataan persnya.

“Dengan meletakkan masa depan planet kita sebagai agenda utama, kedua ekonomi terbesar di dunia itu juga memeperlihatakan bahwa masa depan ekonomi harus berkarbon rendah dan lebih hijau,” ujarnya.

Menurut dia, perjuangan melawan perubahan iklim masih sulit walau mendesak, tetapi apa yang dilakukan oleh negara-negara seperti Tiongkok dan AS cukup menggembirakan.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Parlemen Tiongkok Ratifikasi Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim