40 Aktivis Ikut Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

share on:

Ilustrasi kekerasan terhadap anak – Jubi/tempo.co
Ilustrasi kekerasan terhadap anak – Jubi/tempo.co
Manokwari, Jubi – Sebanyak 40 orang kader dan aktivis desa/kelurahan Kota Sorong dan Manokwari, Papua Barat mengikuti pelatihan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Manokwari, 5 – 8 September 2016 itu dilakukan untuk mendidik kader dan aktivis desa agar berperan aktif dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Selain itu mereka dilatih untuk menanggapi kekerasan dalam upaya membangun mekanisme yang efektif untuk mengidentifikasi/mendeteksi, menolong dan melindungi anak-anak yang menjadi korban kekerasan.

Program ini dinilai penting dilaksanakan sekali pun saat ini baru melibatkan kelurahan Prafi dan Arowi/Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur dan kelurahan Malaengkedi dan Kladufu dari Kota Sorong.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Papua Barat Metty Yolanda L. mengatakan kegiatan ini masih tergolong baru tahun ini. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar program ini ditingkatkan.

“Diharapkan tidak terbatas pada empat kelurahan saja, tetapi juga hingga ke daerah-daerah pada tahun 2017 mendatang,” katanya di Manokwari, Senin (5/9/2106).

Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong dipilih karena dua daerah ini banyak menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak.

Salah seorang peserta pelatihan, Mama Sarlotta Kmurawak (45), kader Posyandu Cempaka, Kelurahan Kladufu, Kota Sorong mengatakan dirinya akan menerapkan di lingkungan masyarakat apa yang diterima selama pelatihan berlangsung.

“Pelatihan ini dapat menambah wawasan, sehingga saat kembali nanti bisa diterapkan di Posyandu, gereja dan kehidupan sehari-hari,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  40 Aktivis Ikut Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat