Baru 280 Ton Gula Terserap di Pasaran

share on:

gula 1 kg-sindung

Jayapura, Jubi – Kepala Bulog Papua dan Papua Barat M. Attarizal mengatakan, baru sekira 280 ton gula pasir yang didistribusikan untuk menstabilkan harga di kedua provinsi. Ini masih jauh dari target 1.250 ton.

“Keseluruhan kira-kira 280 ton dan sudah sampai semua di sub-sub Bulog, kecuali di Fak-fak dan Biak belum,” ujarnya kepada Jubi, Senin (5/9/2016).

Belum tersalurnya sesuai target, menurutnya bukan karena ada kendala. Hanya karena pendistribusian didasarkan perhitungan terbatasnya gudang penyimpanan dan sambil mencari pasaran.

“Jika kami dropping seluruhnya akan ada radikal lost akibat meleleh, karena gudang yang digunakan bukan gudang gula, karena itu kami lakukan secara bertahap,” katanya.

Sejak 1 September 2016 Bulog menurunkan harga jual dari Rp13.000/kg menjadi Rp12.500/kg dan akan dijual kepada masyarakat dengan harapan Desember nanti dijual Rp12.500/kg.

“Bulog telah mendatangkan lagi gula empat kontainer, kapalnya sudah datang dan kita tunggu kontainernya turun,” ujarnya.

Sebelumnya Bulog memprogramkan mendatangkan 1.250 ton gula ke dua provinsi untuk disalurkan ke daerah. Masing-masing untuk Jayapura 144 ton, Sorong 144 ton, Timika, 120 ton, Biak 144 ton, Serui 120 ton, Nabire 144 ton, Manokwari 144 ton, Fakfak144 ton, dan Merauke 144 ton. (*)

 

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Baru 280 Ton Gula Terserap di Pasaran