Di Kabupaten Merauke, 1.000 Guru Belum Ikut Sertifikasi

share on:
Bupati Merauke, Frederikus Gebze - Jubi/Frans L Kobun
Bupati Merauke, Frederikus Gebze – Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengatakan, berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Yohanis Samkakai, dari total 2.600 guru  baik tingkat SD, SMP maupun SMA/SMK yang tersebar di sekolah sekolah baik dalam kota maupun di daerah pedalaman, 1.000 guru belum mengikuti program sertifikasi.

Hal itu disampaikan Bupati Freddy ketika memberikan arahan pada penerimaan 53 tenaga guru SM-ST di SMA Yos Sudarso Senin (5/9/2016). Dikatakan, sertifikasi yang merupakan program dari pemerintah pusat itu, tidak lain mewajibkan para guru harus melanjutkan studi di  bangku perguruan tinggi sekaligus mendapatkan ijazah sarjana terlebih dahulu.

Dengan demikian, jelas Bupati Freddy, tak dapat dipungkiri jika saat ini banyak guru sedang berada di kota melanjutkan studinya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga mengatakan, kedepan akan diperhatikan pemerataan tenaga guru dalam kota maupun di daerah pedalaman. Karena tak dapat dipungkiri jika banyak guru menumpuk dalam kota.

“Kita akan menata kembali pendidikan di Kabupaten Merauke. Maksudnya agar para guru disebar secara merata. Sehingga proses belajar mengajar, berjalan  baik,” tuturnya.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang membidangi Pendidikan, Moses Kaibu menegaskan, kegiatan belajar mengajar di daerah pedalaman yang didiami orang asli Papua, tidak berjalan sama sekali. Karena faktanya bahwa, para guru lebih banyak menghabiskan waktu di kota dengan berbagai alasan.

“Saya ingin mengatakan bahwa potret pendidikan di daerah pedalaman, sangat memprihatinkan. Guru tak ada di tempat tugas dan sekolah selalu tertutup. Dengan demikian, anak-anak juga terpaksa mengikuti orang tua mencari makan,” katanya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Di Kabupaten Merauke, 1.000 Guru Belum Ikut Sertifikasi