Hadapi Modernisasi, Anak Muda Harus Paham Budaya Hubula

share on:
Melianus Wantik (kanan) saat membawakan materi tentang budaya Hubula - JUBI/Agus Pabika
Melianus Wantik (kanan) saat membawakan materi tentang budaya Hubula – JUBI/Agus Pabika

Jayapura, Jubi – Melianus Wantik, senior Ikatan Keluarga Besar Distrik Kurulu, Libarek, Pisugi, Wita-waya, Wosilimo dan Wadangku (IKBD-KLPW3) merasa prihatin atas kearifan lokal yang sudah dan sedang terkikis akibat tuntutan globalisasi.

Hal itu disorotinya dalam materi acara seminar dalam rangka penerimaan anggota baru IKBD-KLPW3 Jayapura Tahun 2016 Kamis lalu (1/9), yang bertema Menelusuri Budaya Huwula dalam Perkembangan Modernisasi.

Melianus secara khusus menyoroti upaya generasi muda Hubula untuk memelihara nilai-nilai baik dalam kearifan budaya lokal. “Budaya itu adalah warisan leluhur sebagai daya dukung kehidupan manusia dan alam,” ujarnya.

Melianus juga menjelaskan tentang struktur pemerintahan adat, tatanan adat, kondisi orang Balim, pimpinan masa lalu yang saling menghargai dalam hubungan sosial masyarakat Hubula.

“Aturan-aturan adat itu masih ada dalam praktek kehidupan masyarakat Hubula namun telah terpengaruh dan terkikis oleh perkembangan teknologi yang semakin maju,” kata dia.

Hal tersebut menurutnya tampak dari berkurangnya ikatan masyarakat pada aturan-aturan adat, hubungan timbal balik manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan sang pencipta. “Padahal sudah diatur dalam aturan adat beserta saksi-sanksinya sampai kepada penyelesaian berbagai permasalahan,” ujarnya.

Sementara pemateri lainnya terkait keorganisasian, Frater Lukas Walilo, berpesan agar peserta memahami pentingnya wadah organisasi sebagai tempat belajar.

Seminar yang berlangsung di asrama Taburia, Padang Bulan, itu dihadiri sekitar 50 peserta.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Hadapi Modernisasi, Anak Muda Harus Paham Budaya Hubula