Lestarikan Warisan Budaya, Legislator Dukung Wajib Noken

share on:
Titus Pekei saat memberikan noken secara simbolis kepada Kepala Sekolah Teruna Bakti, Demianus Kumanireng dalam kegiatan pementasan komunitas budaya Teruna Bakti dan deklarasi Teruna Bakti “Suka Pake Noken” yang berangsung di Halaman SMA YPPK Teruna Bakti – Jubi/Roy Ratumakin.
Titus Pekei saat memberikan noken secara simbolis kepada Kepala Sekolah Teruna Bakti, Demianus Kumanireng dalam kegiatan pementasan komunitas budaya Teruna Bakti dan deklarasi Teruna Bakti “Suka Pake Noken” yang berangsung di Halaman SMA YPPK Teruna Bakti – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin menyatakan mendukung kebijakan pemerintah di Papua jika menerapkan wajib noken di semua instansi hingga lingkungan sekolah.

Hal itu dikatakan anggota Komisi V DPR Papua bidang seni dan budaya itu pasca deklarasi penggunaan noken di lingkungan sekolah pada hari sekolah oleh SMA YPPK Teruna Bhakti, Waena, Kota Jayapura, Sabtu (3/9/2016).

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan SMA YPPK Teruna Bhakti. Saya ingin semua sekolah di Provinsi Papua, baik sekolah pemerintah maupun sekolah yayasan melakukan hal yang sama. Ini salah satu cara melestarikan warisan budaya Papua,” kata Mimin, Senin (6/9/2016).

Menurutnya, noken merupakan kearifan lokal dan budaya turun temurun orang asli Papua. Kini noken bahkan sudah diakui Unesco sebagai salah satu warisan budaya di dunia.

“Kini bagaimana semua pihak, terutama para pemangku kepentingan berupaya melestarikan noken sebagai warisan budaya dengan melibatkan generasi muda. Harus dimulai dari anak-anak sekolah generasi kedepan bisa mempertahankan warisan budaya itu,” ucapnya.

Katanya,perlu melestarikan warisan budaya itu. Jangan sampai budaya itu hilang. Apalagi penggunaan noken di Papua bukan hanya oleh masyarakat wilayah tertentu misalnya mereka yang berasal dari daerah pegunungan, namun juga masyarakat pesisir.

“Apa yang dilakukan SMA YPPK Teruna Bhakti merupakan suatu terobosan yang perlu didukung. Yayasan hadir untuk orang Papua, budaya orang Papua perlu diangkat,” katanya.

Akhir pekan lalu, SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teruna Bakti mendeklarasikan Teruna Bakti “Suka Pake Noken” saat acara peringatan HUT ke-45 sekolah itu di halaman SMA YPPK Teruna Bakti. Acara tersebut dihadiri alumni SMA YPPK Teruna Bakti termasuk Titus Pekei, penggagas Noken Papua Warisan Dunia.

Titus Pekei mengatakan, bangga dengan SMA YPPK Teruna Bakti yang telah mendeklarasikan Teruna Bakti Suka Pake Noken. Karena Noken yang diperjuangkan bukan perkara mudah.

Menurutnya, noken merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan budaya orang Papua. Dalam noken, terdapat nilai-nilai hakiki, baik nilai antropologis, sosiologis, kultur, maupun nilai filosofis hidup sejak nenek moyang hingga hari ini.

“Sejak pertama kali noken ditetapkan UNESCO di Paris, Perancis, Selasa 4 Desember 2012, noken resmi sebagai warisan budaya tak benda. Mengingatkan kita untuk mencoba merefleksikan kembali arti noken itu sendiri, tidak sebatas fisik noken semata, melainkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya noken suku-suku di Tanah Papua,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lestarikan Warisan Budaya, Legislator Dukung Wajib Noken