Orang Asli Papua Tak Bisa dengan BPJS Akan Pakai KPS

share on:
Direktur UP2KP, Agustinus Raprap. – Jubi/Roy Ratumakin.
Direktur UP2KP, Agustinus Raprap. – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Direktur Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP), Agustinus Raprap berjanji akan memproses kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengkomunikasikan pasien rujukan yang bermasalah dalam pembiayaan di rumah sakit.

“Ini kami lakukan jika ada Orang Asli Papua (OAP) yang tidak bisa ditangani menggunakan kartu BPJS Kesehatan maka akan kami ambil alih untuk menggunakan Kartu Papua Sehat (KPS),” katanya di ruang kerjanya Senin (5/9/2016).

Raprap mengatakan, ada beberapa kasus, salah satu pasien Martinus Iryeri rujukan dari Mamberamo Raya. Ia tidak bisa mendapatkan fasilitas BPJS miliknya karena iuran yang seharusnya dibayarkan tidak pernah dilakukan.

“Pak Martinus ketika menggunakan kartu BPJS Kesehatan tidak bisa, mendapat kasus seperti itu pihak BPJS langsung berkomunikasi dengan kami sehingga kami langsung membentuk tim untuk menangani pasien tersebut,” ujarnya.

Tim UP2KP tersebut langsung menuju rumah sakit yang merupakan tempat pasien dirujuk. “Kita turun dan edukasi pasien dan katakan ke pasien bahwa Bapak punya hak 100 persen ditanggung oleh KPS karena Bapa orang Papua asli,” katanya.

Dengan kasus tersebut, Raprap berharap ada kerja sama lintas sektor antara UP2KP dengan BPJS Kesehatan. Meski hanya disepakati secara lisan, namun diharapkan dapat berjalan di lini bawah. Ia juga berharap ke depan pelayanan lebih baik lagi untuk meminimalisir keluhan pasien.

“Kebanyakan yang terjadi ketika masyarakat mengalami kesulitan baru datang ke UP2KP, untuk meminimalisir itu maka pertama kami dari UP2KP pekan lalu sudah melakukan audiensi, meski secara lisan membuat kerja sama di tingkat rumah sakit,” ujarnya.

Dikatakan, rumah sakit memilki akses center untuk BPJS Kesehatan, sedangkan KPS belum memiliki akses center. Untuk menutupi kekurangan itu kerja sama dibangun.

Koordinator bidan di Puskesmas Kotaraja, Alfarida mengatakan, kebanyakan masyarakat masih familiar dengan BPJS Kesehatan.

“Orang lebih mengenal BPJS Kesehatan ketimbang kartu kesehatan yang lainnya, pada umumnya Orang Asli Papua kalau datang berobat pasti dilanyani secara gratis walaupun tidak membawa kartu kesehatan,” ujarnya. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Orang Asli Papua Tak Bisa dengan BPJS Akan Pakai KPS