Dianggap Diskriminatif, 20 Pencaker Papua Protes PT. RUC Cementation

share on:
Ilustrasi pekerja PT. Freeport Indonesia - Merdeka.com
Ilustrasi pekerja PT. Freeport Indonesia – Merdeka.com

Jayapura, Jubi – 20 orang pencari kerja (pencaker) asli Papua di Timika protes proses rekruitmen yang dilakukan PT. Yariwaya Bina Mandiri (YBM) untuk PT. RUC Cementation Mining, sebuah perusahan kontraktor pertambangan bawah tanah Australia Barat yang bekerja sama dengan salah satu proyek PT. Freeport Indonesia.

Keduapuluh orang pencaker asal Merauke, Biak, Serui, Dani dan Jayapura itu adalah bagian dari 33 orang yang dijanjikan untuk dipekerjakan oleh PT. RUC setelah melakukan Medical Check Up.

“Medical Check Up sudah dijanjikan sejak November tahun lalu, tapi terus ditunda dengan alasan tidak jelas. Pada akhir Mei lalu tiba-tiba secara sepihak mereka putuskan tidak terima lowongan lagi hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar Sam Ronsumbre kepada Jubi, Selasa (6/9/2016) dari Timika melalui sambungan telpon.

Sam adalah salah seorang dari 33 pencaker yang dijanjikan itu. Menurut dia, mereka sudah melakukan pembicaraan bulan Februari 2016 dengan perusahaan yang dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mimika, dan pihak perusahaan berjanji untuk memroses lebih lanjut.

“Pada akhir bulan Februari bertempat di sebuah hotel di Timika sudah dilaksanakan interview oleh PT. RUC Cementation dan PT. RBM, setelah itu dinyatakan hanya 23 kandidat yang lulus dan diperbolehkan mengikuti Medical Check Up, dan 23 April kami terima undangannya,” kata dia.

Namun, lanjutnya, berdasarkan surat yang mereka terima, akhir April dan awal Mei 2016 perusahaan memutuskan membatalkan Medical Check Up ke-20 orang diantara mereka.

“Menurut surat dari PT. RUC itu, pembatalan sepihak dilakukan karena instruksi dari manajemen PT. Freeport Indonesia,” ujar Sam.

Atas dasar itu pihaknya, hingga saat ini, terus melakukan advokasi menuntut kejelasan alasan pembatalan tersebut, karena dalam rentang waktu saat masalah ini terjadi, perusahaan malah memroses 15 orang pencaker non-Papua.

“Menurut saya ini bukti diskriminasi kepada pencaker OAP. Kami memohon Ketua DPRD Mimika, Komisi C DPR Papua, KOMNAS HAM Papua, Komisi C DPRD Mimika, dan Disnakertrans Kab. MImika untuk memberi perhatian pada masalah ini sesuai UU Otsus Bab XVIII Pasal 62,“ tegasnya.

Dikonfirmasi Jubi melalui pesan singkat dan telpon, Kadisnakertrans Kabupaten Mimika, Kepala Bidang Penempatan Ketenagakerjaan Disnakertrans Mimika dan Manajemen PT. RUC, hingga berita dituliskan belum memberikan keterangan.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dianggap Diskriminatif, 20 Pencaker Papua Protes PT. RUC Cementation