DPRD Dorong Pemkab Manokwari Genjot PAD

share on:

IST
IST
Manokwari, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mendorong pemerintah daerah setempat menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

Ketua Fraksi Manokwari Hebat DPRD Manokwari Romer Tapilatu pada rapat dengar pendapat antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Manokwari di Manokwari, Senin (5/9/2016) mengatakan target APBD Manokwari tahun 2015 tidak mampu mencapai proyeksi yang sudah ditentukan.

“Realisasi APBD 2015 cuma sekitar Rp900 miliar, padahal proyeksinya Rp1,8 triliun,” katanya.

Menurut dia, salah satu indikator penghasilan daerah adalah PAD. Pada tahun tersebut, PAD Manokwari hanya sekitar Rp50 miliar.

Dia berpandangan, PAD Manokwari bisa dimaksimalkan hingga mencapai lebih dari Rp100 miliar. Sebab, potensi sumber PAD di daerah ini sangat besar, baik dari sektor pajak maupun retribusi daerah.

Romer menilai, capaian PAD Manokwari tahun 2015 terlalu kecil. Untuk itu perlu evaluasi agar seluruh sumber PAD di daerah ini terkelola maksimal.

“Kalau soal DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pemerintah pusat itu tergantung negosiasi. Sebaiknya, pemerintah daerah fokus menggarap potensi PAD,” katanya.

Ia mengatakan Pemkab Manokwari pada tahun 2015 berutang hingga mencapai Rp 40 miliar lebih. Jika PAD digenjot hingga Rp100 meliar atau lebih pemerintah daerah tidak perlu mengajukan pinjaman.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Manokwari Fery Lukas mengatakan Manokwari tidak mampu mencapai target APBD akibat beberapa persoalan, di antaranya menurunnya jumlah dana bagi hasil (DBH) dan DAK dari pemerintah pusat.

“Kondisi ini berdampak pada beberapa program dan kegiatan yang tidak bisa didanai melalui APBD,” kata Fery.

Menurut dia, kedepan perlu ada penyesuian dalam menetapkan proyeksi pendapatan. Yakni dengan menyesuaikan target dan pendapatan nasional.

“Pemerintah daerah dianjurkan agar menetapkan 80 persen dari 100 persen target pemerintah pusat. Tahun lalu kita menetapkan 100 persen, seharus kita turunkan menjadi 80 persen,” katanya.

Terkait pendapatan PAD, pihaknya sudah berupaya meningkatkan target di setiap SKPD terkait, namun lagi-lagi terjadi negosiasi dan akhirnya target PAD tersebut kembali diturunkan.

Dia mengakui, pada sektor pajak dan retribusi potensi PAD cukup besar. Jika semua terkelola secara baik, ia pun yakin Manokwari mampu memperoleh PAD lebih dari Rp100 miliar itu.

“Rp100 miliar itu kecil, jika potensi PAD ini terkelola baik. Retribusi misalnya, jika semua SKPD terkait bisa bekerja maksimal kita bisa memperoleh PDA Rp100 miliar lebih,” katanya.

Fery Lukas ingin DPRD terus mendobrak dan membantu DPPKAD agar seluruh potensi pendapatan di daerah tersebut dapat dikelola secara maksimal. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPRD Dorong Pemkab Manokwari Genjot PAD