Minim Fasilitas Pendukung, SMAN 1 Sentani Batal Terapkan FDS

share on:
Aktivitas siswa SMAN 1 Sentani - IST
Aktivitas siswa SMAN 1 Sentani – IST

Sentani, Jubi – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sentani, Agnes A. Mambieuw, mengatakan  pihaknya belum siap melaksanakan program Full Day Scool (FDS) yang telah dicanangkan oleh  Kementrian Pendidikan Republik Indonesia.

“Sebagai salah satu sekolah Negeri di daerah ini, kami merasa belum siap untuk melaksanakan program FDS. Karena masih banyak hal yang perlu dipersiapkan,” jelas Agnes saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (6/9/2016).

Agnes mengatakan,  hal lain yang perlu dipersiapakan dan dibenahi guna penerapan FDS di sekolahnya meliputi, sarana prasarana, faktor keamanan siswa ketika pulang malam hari, konsumsi bagi siswa yang  seharian belajar dan yang terpenting lagi adalah sistem penerangan lampu di sekolah yang masih kurang memadai.

Menurutnya, kalau langsung diprogramkan seperti ini jelas akan terjadi banyak masalah.

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jayapura, SMAN 1 Sentani belum dapat melaksanakan FDS, sambil menunggu pembenahan yang diperlukan.

“Seharusnya program FDS ini disosilisasi lebih dulu, sehingga ada persiapan dari kami untuk melaksanakannya. Beberapa waktu lalu  dalam rapat bersama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, keberatan ini  kami sampaikan dalam forum tersebut,” jelasnya.

Alpius Toam Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura menegaskan pada pihak sekolah yang ingin menerapkan program FDS hendaknya diperhitungkan juga kesiapan, kondisi dan kelengkapan sarana prasarana sekolahnya.

“Jangan menerapkannya jika kondisi sekolah sendiri belum siap,” katanya. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Minim Fasilitas Pendukung, SMAN 1 Sentani Batal Terapkan FDS