Penundaan Sebagian DAU Akan Terasa di Papua

share on:
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua, Elia Loupatty (batik) Foto Bersama Jajaran Dinas Perhubungan - Jubi/Alex
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua, Elia Loupatty (batik) foto bersama jajaran Dinas Perhubungan – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi- Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Elia Loupatty mengkhawatirkan, penundaan sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) yang dilakukan pemerintah pusat terhadap APBD dan APBN untuk provinsi dan kabupaten-kota di Papua akan sangat terasa terhadap perekonomian daerah.

Sebab, katanya, DAU yang dipotong di kabupaten dan kota rata-rata Rp30 miliar hingga Rp60 miliar.

“Ini sangat terasa sekali, terus terang kami di Provinsi Papua hanya Rp600 miliar dan kami rasionalisasi sangat sulit dan tidaklah mudah, di mana kacamata tim anggaran tidak melihat yang prioritas dan tidak, sudah tidak lihat lagi, kalau bisa dipotong ya dipotong,” katanya Selasa (96/9/2016).

Tak hanya mata anggaran mana dan milik siapa yang ditunda, katanya. Bahkan pagu dana perjalanan dinas atau ada mata belanja yang bisa dipotong maka hal itu akan dipotong untuk mencukupi dana.

“Untuk jumlah APBD Perubahan sangat kecil, nanti bisa dilihat di sidang APBD Perubahan,” ujarnya.

CEO Bank Mandiri Region Papua Erwan Joko mengatakan, Bank Mandiri tidak terpengaruh dengan penundaan DAU, karena core bisnis Bank Mandiri tak hanya di bidang kontraktor. Menurutnya Mandiri masih punya di luar proyek distributor, perhotelan, dan lain-lain sehingga sektor ritel lebih kuat.

“Cuma masalahnya berapa persen milik bank, di cabang saya dampaknya masih tidak terlalu,” katanya.

Dikutip Tempo.co, Direktur Perimbangan Kementerian Keuangan Budiarso mengatakan, terdapat 169 daerah yang terkena penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp19,4 triliun.

Menurut Budiarso, besaran penundaan DAU pada September-Desember itu dibagi berdasarkan kategori perkiraan posisi saldo kas akhir tahun sangat tinggi ditunda 50 persen, tinggi 40 persen, cukup tinggi 30 persen, dan sedang 20 persen.(*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penundaan Sebagian DAU Akan Terasa di Papua