Tuntut Reforma Agraria, Aktivis Brazil Duduki Kantor Pemerintah

share on:
Anggota Gerakan Petani Tak Bertanah (MST) Brazil teriakkan slogan tuntutan pada demonstrasi tahun 2012/Ilustrasi - IST
Anggota Gerakan Petani Tak Bertanah (MST) Brazil teriakkan slogan tuntutan pada demonstrasi tahun 2012/Ilustrasi – IST

Rio de Janeiro, Jubi – Ratusan pengunjuk rasa Senin (5/6/2016)  menduduki kantor pemerintah di ibu kota Brasil menuntut distribusi tanah pertanian bagi 120.000 keluarga tanpa rumah serta sejumlah reformasi lainnya. Aksi tersebut adalah salah satu gerakan reformasi agraria paling besar di Brasil.

Demonstrasi yang bertema “Bagi Mereka yang Tersingkirkan,” itu dilakukan oleh organisasi Gerakan Petani Tak Bertanah (MST) di Brasil serta sejumlah kelompok petani lainnya, berhasil menduduki kantor pusat Kementerian Perencanaan Pembangunan di Brazil, demikian keterangan tertulis MST.

“Tuntutan kami adalah pemberian tempat tinggal bagi lebih dari 120.000 keluarga yang saat ini harus menempati tenda-tenda non-permanen di berbagai belahan Negara bagian,” kata MST, merujuk pada pemukiman informal yang banyak terdapat di Brasil.

Kementerian Perencanaan tidak merespon permintaan komentar dari wartawan. Mereka juga tidak mengeluarkan pernyataan resmi atau pun memperbaharui status di akun resmi Twitter mereka.

Hampir lima juta keluarga di negara terbesar di kawasan Amerika Selatan tersebut merupakan keluarga yang tak punya tanah, demikian menurut sebuah penelitian dari Universitas Windsor di Kanada tahun 2016. “Satu persen dari keseluruhan penduduk Brasil kini menguasai sekitar 45 persen tanah di negara tersebut.”

Pemerintah Brasil mengaku tengah bekerja keras mereformasi distribusi tanah. Namun demikian, proses tersebut kerap kali terhambat oleh sengketa klaim dan kepemilikan yang tidak jelas di beberapa wilayah.

Unjuk rasa pada Senin juga mendesak dukungan pemerintah yang lebih besar bagi para petani dalam urusan teknis. Selain itu, para demonstran meminta pemerintah menghentikan rencana pencabutan aturan batasan kepemilikan lahan pertanian oleh warga negara asing.

“Penjualan segala macam tanah bagi warga negara asing telah mengancam kedaulatan nasional kami,” kata MST.

Pemerintah sendiri beralasan bahwa penjualan tanah kepada pihak asing akan membantu pertumbuhan ekonomi di tengah resesi yang terjadi saat ini.

Di kesempatan yang sama, MST juga menolak pengangkatan Michel Temer menjadi presiden menggantikan Dilma Rouseff  yang dimakzulkan oleh Senat pekan lalu.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tuntut Reforma Agraria, Aktivis Brazil Duduki Kantor Pemerintah