Berantas Filariasis, Dinkes Paser Kekurangan Air Mineral

share on:

Samarinda, Jubi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kekurangan 4.790 dus air mineral untuk menunjang program bulan pengobatan filariasis (penyakit kaki gajah), Oktober mendatang.

Ilustrasi penderita filariasis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kekurangan 4.790 dus air mineral untuk menunjang program bulan pengobatan filariasis (penyakit kaki gajah). – who.int
Ilustrasi penderita filariasis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kekurangan 4.790 dus air mineral untuk menunjang program bulan pengobatan filariasis (penyakit kaki gajah). – who.int

“Kebutuhan air mineral untuk program pengobatan penyakit kaki gajah sebanyak 5.300 dus, sementara yang sudah tersedia baru 510 dus sehingga masih ada kekurangan 4.790 dus,” kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Eko Arianto di Tanah Grogot, Selasa (6/9/2016).

Dinas Kesehatan harus menyediakan air mineral pada saat pengobatan penyakit kaki gajah karena banyak warga yang tidak meminum obat di puskesmas pada saat pembagian obat. Banyaknya warga yang tidak meminum obat di tempat saat pembagian obat sehingga Dinkes perlu menyertakan air mineral bersama obat.

Ke-510 dus air mineral yang sudah ada tersebut, kata Eko Arianto, merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. “Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim telah menunjuk distributor di Paser yang akan menyiapkan 510 dus air mineral,” katanya.

Dinas Kesehatan Paser, lanjut Eko Arianto, telah berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) setempat terkait dengan kekurangan 4.790 dus air mineral tersebut. (*)
 

Editor : Lina Nursanty
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Berantas Filariasis, Dinkes Paser Kekurangan Air Mineral