Dalam Satu Malam, Petir Sambar Kalteng 9.375 Kali

share on:

Muara Teweh, Jubi – Wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dan sekitarnya dilanda hujan yang disertai rentetan sambaran petir hingga 9.375 kali pada Selasa (6/9/2016) malam.

Wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dan sekitarnya dilanda hujan yang disertai rentetan sambaran petir hingga 9.375 kali pada Selasa (6/9/2016) malam.  - wikipedia.com
Wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dan sekitarnya dilanda hujan yang disertai rentetan sambaran petir hingga 9.375 kali pada Selasa (6/9/2016) malam. – wikipedia.com

Hal itu berdasarkan rekaman alat deteksi sambaran petir (Lightning Detector) yang dimiliki BMKG Muara Teweh saat terjadi hujan dengan intesitas ringan dan angin pada Selasa malam mulai pukul 21.00 WIB sampai 22.00 WIB. “Memang hujannya hanya 12,2 milimeter atau intensitas ringan dan angin tidak kencang, namun petirnya yang kuat,” katanya.

Puncak sambaran petir berada di kawasan 150 kilometer dari area Bandara Beringin Muara Teweh atau di wilayah kota Muara Teweh.

Akibat sambaran petir itu peralatan di kantor BMKG Muara Teweh mengalami kerusakan, di antaranya alat pemantau cuaca untuk penerbangan (Simo) dan komputer jaringan komunikasi (CNSS) serta display di tower Bandara Beringin.

“Saat kejadian petir kuat di kawasan tersebut kami pegang telepon seluler bergetar dan laptop terasa seperti kesetrum,” kata Juli.

Sambaran petir ini, katanya, bisa saja terjadi pada waktu yang sama di daerah terdekat sesuai radius 80 kilometer daya jangkau alat pendeteksi petir di BMKG Muara Teweh yang menjangkau wilayah Kabupaten Murung Raya, Barito Timur, Barito Selatan, serta sebagian Selatan wilayah Kalimantan Timur.

“Namun pada puncak sambaran petir itu pusatnya memang terjadi di wilayah Muara Teweh,” katanya.

Alat pendeteksi sambaran petir ini di Pulau Kalimantan hanya berada di wilayah Kalteng yang mulai dioperasionalkan pihaknya sejak Agustus 2006 bersama kota lainnya seperti Palangka Raya dan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kabupaten Barito Utara merupakan kabupaten di tengah-tengah Pulau Kalimantan sebagai kawasan lintasan angin dan pusat pertemuan awan serta berada di wilayah lintasan garis khatulistiwa. “Dasar pertimbangan itulah Kabupaten Barito Utara dilengkapi alat pendeteksi sambaran petir karena potensi petir sangat besar terjadi di daerah ini,” kata dia. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dalam Satu Malam, Petir Sambar Kalteng 9.375 Kali