Disperindakop Dogiyai: 2016 Awal Kebangkitan UMKM Dogiyai

share on:
Pelatihan dan pembinaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Rabu (7/9/2016) di Aula Pemda Dogiyai - JUBI/Agus Tebai
Pelatihan dan pembinaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Rabu (7/9/2016) di Aula Pemda Dogiyai – JUBI/Agus Tebai

Dogiyai, Jubi – Disperindakop Dogiyai mengharapkan masukan dari berbagai pihak untuk dapat mengembangkan UMKM di Kabupaten Dogiyai, agar 2016 bisa menjadi tahun kebangkitan bagi UMKM di wilayah itu.

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Kabupaten Dogiyai, menggelar pelatihan dan pembinaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Rabu (7/9/2016) di Aula Pemda Dogiyai.

Peserta terdiri dari tokoh agama, Klasis, Dewan Paroki, termasuk para pelaku UMKM.

Kepala Dinas Perindakop, Andreas Gobai, mengatakan UKM adalah ujung tombak perekonomian rakyat yang perlu dibina dan dikembangkan demi kesejaterahan masyarakat.

“Pembinaan UMKM tahun 2016 ini adalah awal dari kebangkitan UKM yang ada di Dogiyai, menuju masyarakat mandiri, sejahtera dan berkesinambungan untuk meningkatkan perekonomian daerah,”ujarnya.

Menurut dia, kebijakan pembangunan harus dimulai dari kampung ke kota. Sehingga, lanjutnya, Disperindakop dapat dikondisikan untuk mampu menjawab tantangan pencapaian tersebut sebagai SKPD.

“Untuk meningkatkan kualitas pembinaan terhadap sektor industri dan UMKM di Dogiyai maka kami memerlukan masukan dari distrik dan pelaku UMKM,” kata dia.

Informasi dan masukan dari distrik-distrik, maupun pelaku UMKM ini akan dijadikan tolak ukur dan bahan diskusi pemerintah daerah untuk menelah lebih dalam apa program-program yang tepat bagi pengembangan UMKM.

“Ada 334 UMKM yang tercatat di Dinas Perindakop, tetapi yang produktif hanya sekitar 6 UKM,” katanya.

Didimus Tebai, Pengelola Yayasan P5 di Dogiyai, menanggapi perkembangan UMKM di kabupaten itu mencontohkan pemasaran Kopi di Dogiyai yang berpotensi sangat besar.

Menurut dia, permintaan konsumen tinggi, namun untuk dapat mengelolanya belum ada dukungan, petani-petani belum ada yang hiraukan. “Sebenarnya kita disini bukan masalah pemasaran tetapi bagaimana petani itu membina,” katanya.

Dia juga menambahkan, selain soal pengolahan juga masih ada masalah ketersediaan bahan baku. (Agus Tebai)

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Disperindakop Dogiyai: 2016 Awal Kebangkitan UMKM Dogiyai