Ekstremis Tahiti Divonis 18 Bulan Penjara

share on:

Tahiti, Jubi – Satu dari tiga orang di Polinesia Prancis yang dituding sebagai ekstremis Islam telah divonis penjara 18 bulan karena didakwa menyerang rekannya.

Gedung pengadilan Tahiti. Satu dari tiga orang di Polinesia Prancis yang dituding sebagai ekstremis Islam telah divonis penjara 18 bulan karena didakwa menyerang rekannya. – radionz.co.nz
Gedung pengadilan Tahiti. Satu dari tiga orang di Polinesia Prancis yang dituding sebagai ekstremis Islam telah divonis penjara 18 bulan karena didakwa menyerang rekannya. – radionz.co.nz

Pekan lalu, diketahui bahwa tiga orang yang ditahan telah didakwa sebagai bagian dari kelompok jihadis setelah pihak kepolisian Tahiti mendapatkan informasi dari Pemerintah Prancis terkait adanya ancaman teror.

Seorang pria berusia 47 tahun yang telah didakwa dan ditahan atas kasus penyerangan terhadap rekannya itu juga bulan lalu telah diperintahkan untuk membayar ganti rugi sebesar $US 1,000.

Media melaporkan bahwa pria tersebut mendapat banyak dakwaan dan telah kembali dari Prancis tahun kemarin setelah ia menjalani masa tahanan selama 15 tahun atas cobaan pembunuhan.

Pria itu telah menjadi radikalis selama ia menjalani tahanannya di penjara Prancis.

Pekan lalu, seseorang pria lainnya didakwa sebagai seorang radikal Islam karena ia menyerang seorang petugas penjara.

Karena berbagai kejadian itu, anggota senat Prancis di teritori Polinesia, Lana Tetuanui meminta agar status darurat tetap diberlakukan di Polinesia Prancis. Menurut dia, upaya pencegahan aksi terorisme dapat dilakukan jika negara memberlakukan status darurat. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : radionz.co.nz
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ekstremis Tahiti Divonis 18 Bulan Penjara