Gerak Baku Tari Yospan Diperkenalkan kepada Masyarakat

share on:

Peserta sedang praktikkan tari Yosim Pancar (Yospan) – Jubi/Engel Wally
Peserta sedang praktikkan tari Yosim Pancar (Yospan) – Jubi/Engel Wally
Sentani, Jubi – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura bersama Dewan Kesenian Tanah Papua memperkenalkan gerak baku tarian pergaulan Yosim Pancar (Yospan).

Latihan selama dua hari; 7-8 September 2016 itu diikuti 82 peserta dari komunitas-komunitas, organiasi wanit dan sanggar seni di Jayapura.

Koordinator Tari Dewan Kesenian Tanah Papua Niko Waroi mengatakan pembakuan gerak tari Yospan dilakukan sejak tahun 1980-an oleh Dewan Kesenia Irian Jaya ketika itu. Namun seiring perkembangan waktu banyak perubahan di tiap pentas.

Setidaknya ada enam bagian gerak baku dalam yospan, seperti yosim, seka, gale-gale, jeff, pacul tiga dan pancar.

“Gerak dasar ini sendiri merupakan keterwakilan gerak dasar semua daerah di Papua. Hanya saja gerak tari Yospan sendiri dibuat lebih kreatif dan sudah bersifat moderen, karena tarian yospan berbeda dengan tari tradisional yang masih menggunakan aksesori budaya,” katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu (7/9/2016).
Yospan menceritakan tentang tari pergaulan yang dikhususkan bagi muda/i. Tariannya pun dilakukan berpasangan.

“Tari pergaulan ini tidak hanya sekedar ditarikan saja, tetapi ada sejumlah unsur penting yang harus diperhatikan, seperti keindahan, kekompakan, keserasian, dan kekuatan dalam alunan gerak dan tari yang dilakukan pasangan muda mudi kita,” katanya.

Salah satu peserta tari Yospan Jimmy Ondikleuw mengatakan kegiatan seperti ini mestinya dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya sekedar perkenalan bagi masyarakat di kota saja.

“Selain untuk menjaga kebugaran tubuh kita melalui gerak dan tari sekaligus olahraga, kita juga diajak untuk melestarikan nilai-nilai budaya kita,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gerak Baku Tari Yospan Diperkenalkan kepada Masyarakat