Gerakan Perempuan Muslim India Tolak ‘Talak Tiga’

share on:
Gerakan Perempuan Muslim India tolak cerai 'Talak 3' - newsweekme.com
Gerakan Perempuan Muslim India tolak cerai ‘Talak 3’ – newsweekme.com

New Delhi, Jubi – Perempuan muslim, yang berupaya melarang perceraian “talak tiga” dan poligami dari hukum perdata di pengadilan tinggi India, Selasa (6/9/2016), mengecam aturan ulama Islam itu sebagai “terbelakang” dan berasa “seksisme”.

Poligami dan perceraian talak tiga diatur dalam aturan perdata. Talak tiga terjadi saat seorang pria muslim menyatakan keinginan menceraikan istrinya secara lisan selama tiga kali.

Mahkamah Agung India menyambut petisi pegiat hak perempuan yang menuntut pengadilan menetapkan perceraian talak tiga menyalahi undang-undang.

“Banyak perempuan muslim India menderita karena talak tiga, pasalnya, perceraian dapat dilakukan serampangan, dan dinyatakan via kartu pos atau telegram,” kata pegiat terkait, Bharatiya Muslim Mahila Andolan (BMMA), atau Gerakan Perempuan Muslim India.

Undang-undang di India memungkinkan sebagian besar agama, termasuk Islam,  di negara tersebut mengatur urusan pernikahan, perceraian dan warisan sesuai dengan ajarannya masing-masing.

Dewan Hukum Perdata Muslim India (AIMPLB), lembaga swadaya masyarakat, yang mengawasi penerapan hukum syariah, menentang tuntutan pelarangan talak tiga dan poligami.

Lembaga itu mengatakan bahwa talak tiga masih dibutuhkan karena pria memiliki pemikiran lebih cerdas daripada perempuan.

BMMA membantah pernyataan itu, menurut mereka  alasan AIMPLB yang menyatakan lelaki muslim dapat memberikan kuasanya untuk menalak istrinya tak masuk akal,” katanya.

“Sesungguhnya, seluruh aturan tersebut -sama dengan agama lain, berakar dari sistem patriarki, yang menempatkan perempuan di kelas kedua,” kata BMMA.

Dia menjalaskan perceraian talak tiga dilarang di lebih dari 20 negara mayoritas penduduk muslim, diantaranya Pakistan, Bangladesh, Turki, dan Turkmenistan.

Perceraian talak tiga itu bersifat sepihak, acak, dan tidak sesuai dengan undang-undang serta prinsip keadilan gender dalam Islam, kata BMMA.

India adalah negara penganut demokrasi sekuler, artinya, hukum agama tak dapat menyalahi hak atas kesetaraan yang dijamin undang-undang, tambahnya.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gerakan Perempuan Muslim India Tolak ‘Talak Tiga’