Korban Perdagangan Manusia Diamankan di Kalbar

share on:

Pontianak, Jubi – Polisi berhasil mengamankan sepuluh korban praktik perdagangan manusia ketika mereka akan berangkat menuju Malaysia melalui pintu perbatasan Aruk, Kabupaten Sambas. Mereka lalu dibawa ke Pontianak dan ditempatkan di rumah singgah milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat.

Ilustrasi perdagangan manusia. Polisi berhasil mengamankan sepuluh korban praktik perdagangan manusia ketika mereka akan berangkat menuju Malaysia. – dw.com
Ilustrasi perdagangan manusia. Polisi berhasil mengamankan sepuluh korban praktik perdagangan manusia ketika mereka akan berangkat menuju Malaysia. – dw.com

“Korban perdagangan manusia tersebut merupakan warga NTT. Sejak kemarin kami bawa ke shelter Dinsos Kalbar. Mereka telah kami data,” demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Penanggulangan Bencana dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas Santi Wijaya saat dihubungi di Sambas, pada Rabu (7/9/2016).

Santi juga menjelaskan warga NTT yang terdiri atas tujuh laki-laki dan tiga perempuan itu rencananya berangkat menuju ke Malaysia untuk bekerja di perusahaan kayu lapis dengan hanya membawa identitas berupa KTP dan KK dari daerah asal mereka.

“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, mereka membuat paspor di Sambas. Kemudian berencana masuk ke Malaysia lewat pintu Aruk,” ujar Santi.

Santi juga menambahkan bahwa pada Selasa (6/9) kesepuluh warga NTT itu menuju Aruk dan ketika dalam perjalanan tepatnya di wilayah Sajingan Besar mereka diamankan oleh kepolisian.

“Mereka berangkat dari kampung halaman sejak 4 Agustus 2016 menuju Kalbar dan tiba di Sambas dengan kapal penumpang. Dari NTT menuju ke Surabaya, tiba di Pontianak dan diantar oleh seseorang ke Sambas untuk mengurus paspor,” tambah Santi.

Santi menjelaskan, untuk langkah memulangkan warga NTT tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Sambas tidak memiliki rumah singgah untuk menampung sehingga sementara memfasilitasi penyerahannya ke pemprov.

Selanjutnya, pemprov Kalbar akan mengurus kepulangan mereka ke NTT. Jadwal pemulangan mereka dari Pontianak ke NTT biasanya disesuaikan jadwal keberangkatan kapal. (*)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Korban Perdagangan Manusia Diamankan di Kalbar