MRP Gelar Pleno Pengangkatan 14 Kursi DPRP

share on:
Ketua MRP, Timotius Murib (tengah) usai menerima dokumen dari Pansel Provinsi Papua di aula kantor MRP, Selasa (06/09/2016) - Jubi/Abeth You
Ketua MRP, Timotius Murib (tengah) usai menerima dokumen dari Pansel Provinsi Papua di aula kantor MRP, Selasa (06/09/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua (MRP) menggelar pleno guna memberi pertimbangan pengangkatan orang asli Papua (OAP) dalam 14 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) selama dua hari Selasa (6/9/2016) dan Rabu(7/9/2016) di Aula Kantor MRP.

Ketua MRP, Timotius Murib mengatakan, sudah cukup lama publik menunggu hasil ini dan menanti pertimbangan yang dilakukan MRP. Oleh karena itu kata dia  segera memberikan hasil tersebut kepada Panitia Seleksi (Pansel) Provinsi Papua.

“Baru hari ini Pansel Provinsi Papua menyerahkan dokumen kepada kami. Sebenarnya, waktu lalu pada 11 April 2016, Pansel juga serahkan kepada kita tetapi karena MRP juga berakhir pada 12 April 2016 maka dokumen itu tidak berlaku. Maka dengan masa perpanjangan ini, Pansel kembali menyerahkan dokumen yang baru dengan nama calon dari masing-masing wilayah adat,”kata Timotius Murib kepada wartawan, Rabu (7/9/2016).

Dia menegaskan, pihaknya tidak memberikan keputusan kepada calon legislatif melalui mekanisme pengangkatan, bahwa siapa yang masuk menjadi anggota di dalam masing-masing wilayah adat.  Tetapi MRP punya kewenangan memberi pertimbangan dan persetujuan dari keaslian saja yaitu orang asli Papua (OAP).

“42 nama yang dikirim oleh Pansel ini akan kami berikan pertimbangan dan persetujuan melalui pleno kurang lebih dua hari yang dibahas oleh masing-masing kelompok kerja (Pokja) yang ada di MRP. Setelah itu kami akan mengembalikan kepada Pansel Provinsi Papua, selanjutnya Pansel serahkan kepada Gubernur Papua untuk memutuskan,” ungkapnya.

“Jadi dokumen itu saya sudah distribusikan kepada masing-masing Pokja agar mereka melihat apakah calon-calon itu mewakili wilayah adat atau tidak. Tapi, ada beberapa kriteria yang harus kami pertimbangkan dari masing-masing calon itu,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk menempati posisi kursi pengangkatan DPRP ini harus OAP dari lima wilayah adat, yaitu, Ha Anim, Meepago, Lapago, Tabi dan Saireri. “Kalau ada yang bukan asli, kami dari MRP akan coret. Yang jelasnya ada keterwakilan perempuan dari masing-masing wilayah adat telah ada, kami harap mereka bisa terpilih,”katanya.

Terpisah, Tokoh Pemuda Meepago Lemander Edowai meminta agar calon dari wilayah adat Meepago tidak dari partai politik (parpol), sebab selama ini anggota DPRP berasal parpol.

Lebih lanjut kata Lemander, karena yang selama ini duduk di kursi legislative merupakan orang-orang yang berasal dari Parpol, sehingga kali ini diharapkan berikan kesempatan bagi masyarakat yang berasal dari adat.

Terpisah, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan berkas 14 Kursi DPR Papua melalui jalur Otonomi Khusus (Otsus) sudah diserahkan ke Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk meminta pertimbangan keaslian orang Papua. “Soal 14 Kursi sudah diserahkan kepada MRP,” kata Enembe.

Menurutnya, Pansel 14 kursi yang dipercaya melakukan seleksi, bulan lalu sudah mengajukan nama-nama ke MRP, namun ternyata masa bekerja MRP sudah berakhir. Sehingga selanjutnya, pemerintah pusat kembali memperpanjang masa kerja MRP selama tiga bulan kedepan, sehingga Pansel sudah ajukan kembali. (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MRP Gelar Pleno Pengangkatan 14 Kursi DPRP