Warga Jual Burung Cenderawasih karena Desakan Ekonomi

share on:

Burung cenderawasih yang dijual warga di Kabupaten Jayapura - Jubi/Simon Daisiu
Burung cenderawasih yang dijual warga di Kabupaten Jayapura – Jubi/Simon Daisiu
Jayapura, Jubi – Meski burung cenderawasih dilarang untuk dijual, warga Sabron, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Timotius Wally mengaku menjual burung surga itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut dia burung urep dan cenderawasih paling dimintai pembeli. Hasil penjualan burung itu diperoleh untuk membiayai sekolah anak-anaknya dan kebutuhan keluarga.

“Kadang sehari bapa mampu menjual 1-2 ekor burung, kadang juga tidak laku. Satu ekor burung urep jantan dijual seharga Rp 350 ribu dan yang betina Rp 250. Sedangkan cenderawasih betina dijual Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta,” katanya kepada Jubi di Sabron, Sabtu (3/9/2016).

Ia mengaku burung-burung yang dijual itu dibeli dari warga yang menjualnya kepada dia.

“Terpaksa saya menjual burung ini karena kebutuhan keluarga. Saya sebenarnya menyesal burung ini terancam punah, tetapi mau tidak mau karena keutuhan keluarga saya menjualnya,” kata dia.

Ia mengaku pernah didatangi turis asing. Turis itu menyarankan agar memelihara burung surga itu. Dengan demikian para turis dapat memfotonya dan memberikan penghasilan bagi warga.

“Bapa sendiri sudah bilang kepada masyarakat di kampung tidak boleh tembak tembak burung lagi,” katanya.

Warga Kampung Ibup, Distrik Kemtuk Gresi, Jayapura Amos Wadi mengatakan dirinya menyetujui pelarangan penjualan endemik asli Papua yang dilindungi semisal cenderawasih.

Ia mengakui maraknya penebangan pohon dan perambahan hutan menyebabkan spesies burung punah.

“Jadi, sekarang pemerintah melarang masyarakat menjual burung. Kalau boleh pemerintah juga melarang begitu banyaknya operator sensor yang sedang menebang hutan untuk mengambil kayu,” katanya.

Ia melanjutkan, “setiap hari kita lihat banyak kayu yang keluar dari hutan kita untuk dikirim keluar Papua, bahkan keluar negeri.” (Simon Daisiu)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Jual Burung Cenderawasih karena Desakan Ekonomi