ADB Tawari Fiji Utang 350 Juta Dolar AS

share on:

Fiji, Jubi – Bank Pembangunan Asia (ADB) menawarkan pemberian utang sebesar 350 juta dolar AS untuk pemerintah Fiji dengan masa pengembalian selama lima tahun hingga 2020. Penggunaan utang tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah Fiji.

Menteri Ekonomi Fiji yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung, Aiyaz Sayed-Khaiyum. - aiyazsayedkhaiyum.org
Menteri Ekonomi Fiji yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung, Aiyaz Sayed-Khaiyum. – aiyazsayedkhaiyum.org

“Penawaran utang ADB ini tergolong pinjaman lunak. ADB adalah bank multilateral yang beranggotakan negara-negara termasuk Fiji. Pinjaman ini sangat lunak karena bunganya lebih rendah dibandingkan sumber dana lain di pasar,” ujar Direktur Sub-Regional Pasifik Selatan, Robert Jauncey, Rabu (7/9/2016).

Selain terhadap Fiji, tahun ini ADB menyediakan dana pinjaman dan hibah sebesar 2,5 miliar dolar AS bagi 14 negara di kawasan Pasifik dengan tenor pengembalian utang selama lima tahun hingga 2020.

Bagi Fiji, bunga rendah itu sebesar 1,4%. “Bagian dari pekerjaan kami adalah membantu pemerintahan memiliki paket pembiayaan bagi proyek-proyek pembangunan mereka di masing-masing negara,” ujarnya.

Jauncey menambahkan, program ADB di Fiji khususnya menolong pemerintah untuk memperbaiki jaringan transportasi publik dan memperbaiki pelayanan air dan sanitasi di area Suva.

“Bantuan hibah untuk proyek air di Suva dilakukan dengan cara pengadaan air dari hulu karena banyaknya rembesan air laut ke sumur akibat perubahan iklim,” katanya.

Sumber pembiayaan lain datang Bank Investasi Eropa untuk membiayai proyek air dan sanitasi dengan target mencapai 10.000 rumah tangga di Suva.

Sementara, ADB sendiri mengucurkan dana pinjaman total telah mencapai 420 juta dolar AS, 2 juta dolar AS dalam bentuk hibah, dan 32 juta dolar AS dalam bentuk bantuan teknis sejak tahun 1970.

Menteri Ekonomi Fiji yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung, Aiyaz Sayed-Khaiyum mengatakan bahwa pembiayaan keuangan dari badan multilateral seperti ADB mempermudah proses pembangunan.

Namun, itu terserah negara-negara yang berdaulat untuk menggunakan tawaran utang tersebut atau tidak. “Dengan adanya alokasi dana pinjaman seperti itu, bukan berarti kita wajib menyerapnya. Kita harus pertimbangkan apakah memang sesuai prioritas pembangunan atau tidak,” ujarnya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : pina.com.fj
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  ADB Tawari Fiji Utang 350 Juta Dolar AS