Dubes Norwegia Akan Awasi Hasil Kayu Papua

share on:
Gubernur Papua Lukas Enembe Didampingi Staf Mengunjungi Pameran Hayati - Jubi/Alex
Gubernur Papua Lukas Enembe Didampingi Staf Mengunjungi Pameran Hayati – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Duta Besar (Dubes) Norwegia di bawah naungan PBB akan mengawasi seluruh hasil kayu yang keluar dari Papua. Hal ini merupakan agenda penting yang akan disepakati dalam Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati, Ekowisata dan Ekonomi Kreatif.

Gubernur Papua Lukas Enembe, di Jayapura, Kamis (8/9/2016) mengatakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari berbagai negara selalu memonitor hutan hayati yang ada di Papua.

“Intinya mereka tidak mau ada penebangan liar di Papua, karena itu kami akan menyepakati untuk bagaimana pencegahan terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di Papua,” katanya.

Menurut ia, pemerintah telah menetapkan beberapa kabupaten yang wilayahnya masuk dalam kawasan Taman Lorentz, seperti Nduga, Asmat, dan Puncak, sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan ekosistem yang ada.

“Membangun sesuatu harus melihat ekosistem, tidak boleh merusak lingkungan dan alam sekitarnya. Konsep ini yang harus dibicarakan oleh para bupati yang ada di kawasan itu,” ujarnya.

Gubernur Enembe tekankan, salah satu kesepakatan yang akan disepakati dalam ICBE 2016 adalah, tidak boleh lagi ada jual beli burung cenderawasih asli, tetapi imitasinya sehingga ada pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Ini akan ada peraturan gubernur (Pergub) yang bisa kita tingkatkan menjadi Perdasus, tapi untuk sementara Pergub saja dulu,” kata Enembe.

Dia menambahkan konferensi hayati banyak dihadiri lembaga internasional. “Negara negara yang hadir di sini adalah para pemerhati lingkungan, oleh karena itu kesepakatan ini menjadi kuat bagi setiap orang. Kesepakatan yang dihasilkan bisa untuk dunia,” tutupnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dubes Norwegia Akan Awasi Hasil Kayu Papua