Keluarga Rojit Desak Polisi dan Jaksa Hadirkan Semua Saksi

share on:

Samuel Jitmau, ayah almarhum Rojit - Jubi/Niko
Samuel Jitmau, ayah almarhum Rojit – Jubi/Niko
Sorong, Jubi – Ayah kandung pejuang pasar mama-mama Papua, Robert Jitmau (Rojit) yang meninggal di sekitar Pantai Hamadi, Kota Jayapura, 20 Mei lalu meminta kepada kepolisian dan jaksa menghadirkan semua saksi dalam sidang kedua, Rabu (14/9/2016).

Menurut Samuel Jitmau, ayah almarhum Rojit, ada tiga saksi yang bersama-sama dengan almarhum saat kejadian berlangsung.

Ditemui Jubi di Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (8/9/2016), ia mengatakan, “Ada kejanggalan pada kematian putra sulung saya sehingga Polda Papua dan Kejaksaan Negeri Jayapura harus memeriksa tiga orang yang sempat bersama-sama dengan almarhum.”

Ia menduga ada rekayasa dalam kasus kematian putra sulungnya. “Saya minta teman-temannya yang bersama dia harus diperiksa supaya jelas siapa di balik kematian anak saya,” katanya.

Ia mengakui bahwa pihak keluarga pernah berkoordinasi dengan Polda Papua agar Polda menangani kasus ini. Namun hal itu sebatas penyampaian lisan.

Direktur Lembaga Penelitian Pengkajian Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Cristian Warinusi berpendapat polisi dan jaksa harus mencari kejanggalan –kejanggalan pada kasus kematian Rojit. Dengan demikian dapat diketahui titik terang kematian aktivis yang getol memperjuangkan berdirinya pasar mama-mama Papua ini.

Ia bahkan mendukung tuntutan keluarga Rojit untuk menghadirkan tiga saksi untuk membuka kebenaran atas kasus ini.

Selasa (6/9/2016) kasus kematian Rojit disidangkan di Pengadilan Negeri Jayapura dengan menghadirkan terdakwa Dolfinus Abrami Zeifan. Sidang tersebut dipimpin Hakim Syafruddin, Helmin Somalay, dan Abdul Gafur Bungin. Sidang lanjutan pun digelar pada Rabu pekan depan dengan menghadirkan saksi-saksi. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Keluarga Rojit Desak Polisi dan Jaksa Hadirkan Semua Saksi