PIANGO: Dukungan Pasifik Utara Pada Papua, Dapat Menekan AS

share on:
Presiden Palau Tommy Remengesau (kiri), Sekretaris Jenderal Pacific Island Forum Dame Meg Taylor (kedua dari kiri), PM Tuvalu Enele Sopoaga (tengah), PM Kepulauan Cook Henry Puna (kedua dari kanan) dan Presiden Nauru Baron Waqa (kanan) pada pertemuan para pimpinan Smaller Islands States sebagai bagian Pacific Islands Forum, di Port Moresby, PNG 7 September, 2015. - AFP PHOTO / Ness KERTON
Presiden Palau Tommy Remengesau (kiri), Sekretaris Jenderal Pacific Island Forum Dame Meg Taylor (kedua kiri), PM Tuvalu Enele Sopoaga (tengah), PM Kepulauan Cook Henry Puna (kedua kanan) dan Presiden Nauru Baron Waqa (kanan) pada pertemuan para pimpinan Smaller Islands States sebagai bagian Pacific Islands Forum, di Port Moresby, PNG 7 September, 2015. – AFP PHOTO / Ness KERTON

Jayapura, Jubi – Asosiasi LSM Kepulauan Pasifik (PIANGO) meyakini dukungan Pasifik Utara pada isu West Papua akan menambah solid solidaritas regional di kawasan Pasifik , terlebih dalam upaya menekan AS.

16 perwakilan PIANGO melakukan pertemuan sambil sarapan pagi bersama Forum Troika pagi ini, Kamis (8/9/2016). Mereka membicarakan isu-isu mendesak hasil rekomendasi Forum Kawasan CSO di Suva, Fiji, bulan lalu, termasuk hasil Forum Meja Bundar Mikronesia di Pohnpei, Negara Federasi Mikronesia (FSM), awal minggu lalu.

Forum Troika adalah forum yang terdiri dari ketua PIF sebelumnya (Palau) , ketua saat ini (PNG) dan ketua periode mendatang (Negara Federasi Mikronesia/FSM).

“Isu-isu yang mengemuka di pertemuan Ponhpei termasuk dekolonisasi dan penentuan nasib sendiri, selain persoalan pengangguran orang muda, kekeresan gender, dan disabilitas,” demikian keterangan Direktur Eksekutif PIANGO, Emele Duituturaga, kepada Jubi Kamis pagi, (8/9/2016).

Persoalan West Papua, lanjut Emele, sudah ada dalam agenda pembicaraan dengan para pemimpin TROIKA, ditambah rekomendasi pertemuan CSO minggu lalu yang tegas bersepakat bahwa isu pelanggaran HAM West Papua adalah persoalan seluruh Pasifik.

Dalam pertemuan meja bundar minggu lalu para wakil masyarakat sipil Mikronesia bersepakat Pasifik Utara memiliki peran unik untuk mengubah dinamika isu-isu West Papua, khususnya karena relasi politik dan koneksi khusus mereka dengan Amerika Serikat.

“Pengalaman Pasifik Utara menangani dan bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dapat menambah solid solidaritas kawasan yang sedang tumbuh ini, pada persoalan West Papua,” kata Emele.

Dia menjelaskan kepedulian dan perhatian para pimpinan masyarakat sipil di Mikronesia sangat besar terhadap pembunuhan dan kejahatan yang terus berlangsung terhadap rakyat Papua.

Hari ini mereka akan meminta para pimpinan Pasifik mengambil langkah terpadu melawan pengabaian martabat manusia di Papua, sebagai bagian dari persaudaraan Pasifik.

Langkah tersebut termasuk mendorong intervensi PBB terhadap isu Papua.

Dari 16 wakil CSO yang hadir dalam pertemuan dengan Troika, 10 diantaranya berasal dari sub-kawasan Mikronesia.

Juga hadir bersama 16 delegasi itu, Peter Arndt, penulis laporan bayangan misi pencari fakta West Papua, “We Will Lose Everything”, yang akan mendistribusikan laporan tersebut pada para pemimpin yang hadir.

Arndt sebelumnya juga mempresentasikan temuan-temuan tersebut dihadapan para pemimpin CSO Mikronesia dalam pertemuan meja bundar minggu lalu.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PIANGO: Dukungan Pasifik Utara Pada Papua, Dapat Menekan AS
  • John Anari

    Yg bisa tekan America itu cuman China and Russia

    View Comment