Polda Lampung Tangkap Empat Preman

share on:

Bandarlampung, Jubi – Aparat Kepolisian Daerah Lampung meningkatkan pemantauan dan pemberantasan terhadap aksi premanisme di wilayah provinsi itu. Baru-baru ini, Polda Lampung menangkap empat tersangka preman di beberapa tempat berbeda.

Ilustrasi lawan premanisme. - antaranews.com
Ilustrasi lawan premanisme. – antaranews.com

“Kami menangkap empat orang tersangka yang berprofesi sebagai preman di beberapa tempat berbeda pada Senin (5/9) lalu,” kata Kasubdit III Reskrimum Polda Lampung AKBP Ruli Andi Yunianto, di Bandarlampung, Kamis (8/9/2016).

Berdasarkan catatan kepolisian, empat tersangka tersebut di antaranya bernama Agus warga Tanjung Bintang Lampung Selatan, saat digeledah membawa senjata tajam jenis celurit.

Setelah itu, petugas juga menangkap Gani warga Panjang, Bandarlampung. Saat digeledah, Gani kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau (badik). Dua tersangka tersebut akan dikenai Undang Undang (UU) Nomor 12/1951.
Dua tersangka lainnya, yakni Sulaiman warga Tanjungkarang Barat tersangka kasus pencurian HP, dan Lakoni warga Telukbetung Barat, Bandarlampung, kasus pungutan liar.

Tersangka Sulaiman dikenai pasal 362 KUHP tentang pencurian, sedangkan tersangka Lakoni dikenai pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Menurut Ruli Andi Yunianto, upaya penangkapan terhadap empat tersangka awalnya dari informasi masyarakat yang resah karena di wilayahnya marak aksi premanisme. Dia mengatakan, tindakan tegas dalam penindakan telah dilakukan petugas Subdit III Reskrimum Polda Lampung dengan menangkap empat orang tersangka pelaku aksi premanisme yang sering meresahkan masyarakat di Kota Bandarlampung tersebut.

Polda Lampung tidak hanya melakukan razia, tetapi juga tindakan tegas seperti menangkap para tersangka pelaku kejahatan. “Kami terus melakukan pemantauan dan pencegahan premanisme sesuai instruksi Kapolda Lampung, meski tetap menerapkan asas praduga tak bersalah. Kami terus berupaya melakukan langkah-langkah preventif dan represif,” ujarnya. lagi Ia menegaskan, upaya preventif dilakukan sebagai langkah pencegahan sebelum terjadi aksi premanisme, sedangkan represif adalah penindakan apabila telah terjadi dan memiliki unsur pidana. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polda Lampung Tangkap Empat Preman