Sekolah Lapang Budidaya Kopi Segera Hadir di Dogiyai

share on:
Acara sosialisasi Sekolah Lapang Budidaya Kopi di Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Dogiyai, Kamis (8/9/2016). – JUBI/Agus Tebai
Acara sosialisasi Sekolah Lapang Budidaya Kopi di Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Dogiyai, Kamis (8/9/2016). – JUBI/Agus Tebai

Dogiyai, Jubi – Dinas Perkebunan Propinsi Papua menggelar sosialisasi Sekolah Lapang Budidaya Kopi di Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Dogiyai, Kamis (8/9/2016).

Program ini, menurut Frans Bogoba, Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Perkebunan, Dinas Perkebunan Propinsi Papua, sudah dicanangkan pemerintah Propinsi sebelumnya sebagai bagian dari visi  misi Gubernur Papua, Lukas Enembe dibidang pertanian dan perkebunan, yaitu harus menanam, pelihara, mengolah, dan menjual.

“Di wilayah Meepago kami sedang sosialisasi Sekolah Lapang di tiga wilayah yaitu Dogiyai, Deiyai dan Paniai,” katanya.

Di daerah Meepago pengembangan Kopi Dogiyai sangat berpotensi sehingga petani-petani kopi ini harus dibekali dengan ilmu untuk mengembangkan kopinya.

Sebelum melakukan Sekolah Lapang pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dulu. Sekolah Lapang direncanakan dalam 16 kali pertemuan.

“Tujuan sekolah ini agar petani mempelajari bagaimana teknik pelaksanaan, memelihara tanaman, menjaga, merawat dan mengendalikan penyakit hama,” katanya.

“Karena di lapangan banyak masalah teknis, pengendalian hama secara terpadu harus disosialisasikan, agar nanti pada pelaksanaan tidak terjadi kendala atau hambatan,” ujarnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, Kabupaten Dogiyai, Emanuel Dogomo, mengatakan sudah menurunkan tim untuk pendataan para petani pemilik kopi.

“Memang sebelumnya sudah ada data dari kepala kampung terkait petani yang punya kopi. Tetapi tim turun untuk pendataan kembali apakah petani terdata di dinas itu benar-benar memiliki lahan kopi atau tidak,” ujarnya.

Setelah itu, pihaknya akan menampung semua petani tersebut untuk dilakukan pembinaan dan pelatihan, bantuan dana maupun alat – alat pendukung penanaman kopi.

Sekolah Lapang ini akan diikuti 25 peserta dari berbagai distrik yang berdekatan dengan kantor. Peserta akan disesuaikan dengan pendataan dinas, yaitu mereka yang punya kopi sekitar 200  hektar.

Emanuel menjelaskan,  para penerima materi, yang merupakan ketua-ketua kelompok tani, kemudian harus mengajarkan ke teman-temannya yang lain. (Agus Tebai)

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sekolah Lapang Budidaya Kopi Segera Hadir di Dogiyai