Sosialiasi Gerak Baku Tari Yospan Penting

share on:

Praktek gerak baku tari yospan yang diperagakan sejumlah warga di Sentani – Jubi/Engel Wally
Praktek gerak baku tari yospan yang diperagakan sejumlah warga di Sentani – Jubi/Engel Wally
Sentani, Jubi – Perkenalan gerakan baku tari yosim pancar (yospan) kepada masyarakat luas dinilai sangat penting dan harus dikembangkan.

Selain untuk melestarikan nilai-nilai budaya hal itu juga dianggap sebagai bagian dari olahraga kreatif untuk menjaga kebugaran tubuh.

Ketua panitia penyelenggara pelatihan gerak baku tari yospan Nelson Rumbiak mengakui bahwa masyarakat antusias terhadap kegiatan yang dilakukan pihaknya.

“Antusiasme masyarakat cuku tinggi untuk mengikut kegiatan ini. Tujuannya selain menjaga potenasi lokal kita melalui seni dan budaya, juga terdapat unsur olah raga kreatif,” katanya kepada Jubi di Sentani, Kamis (8/9/2016).

Menurut dia budaya lokal saat ini perlahan dilupakan seiring perkembangan zaman, termasuk olahraga tradisional. Oleh karena itu, pihaknya melakukan sosialisasi melalui gerak baku tari secara rutin.

“Dengan demikian secara tidak langsung kita juga sudah berolahraga, anak muda saat ini lebih memilih hal-hal yang terlihat instan dan malas untuk menciptakan sesuatu yang bersifat kreatif dari diri sendiri,” katanya.

Peserta gerak baku yospan Ribka Epa mengatakan banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan selama dua hari itu.

Selain mengenal satu sama lain, ada pengalaman yang bisa dibagi ke dalam kegiatan ini. Tidak semua orang bisa melakukan gerak tari dengan baik, apalagi itu tarian Papua yang dikenal banyak menguras fisik.

“Kalau dilakukan dengan senang hati maka dampaknya sangat luar biasa, tubuh kita tetap terjaga agar sehat selalu,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sosialiasi Gerak Baku Tari Yospan Penting