Harga Rokok di Sorong Naik

share on:

Ilustrasi rokok. Harga rokok di Sorong, Papua Barat hingga mencapai Rp22.000 per bungkus karena harga di tingkat agen atau distributor sudah mengalami kenaikan – Jubi/Timoteus Marten
Ilustrasi rokok. Harga rokok di Sorong, Papua Barat hingga mencapai Rp22.000 per bungkus karena harga di tingkat agen atau distributor sudah mengalami kenaikan – Jubi/Timoteus Marten
Sorong, Jubi – Harga sejumlah merek rokok di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, sepekan ini mengalami kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp 2.000 per bungkus.

Pedagang rokok di Pasar Remu Kota Sorong, Jumat (9/9/2016) menawarkan harga rokok hingga mencapai Rp22.000 per bungkus karena harga di tingkat agen atau distributor sudah mengalami kenaikan.

Salah seorang pedagang di Pasar Remu Sorong Udin (42) mengaku menjual rokok Surya 16 seharga Rp 22.000 per bungkus karena harga di tingkat agen Rp20.000 atau naik Rp 1.000 dari harga sebelumnya Rp19.000/bungkus.

“Harga rokok Surya 16 di tingkat agen Kota Sorong sepekan ini naik dari Rp19.000 menjadi Rp 20.000, sehingga pedagang menjual seharga Rp 22.000 per bungkus untuk memperoleh keuntungan,” katanya.

Selain rokok Surya, kata dia, rokok Sampoerna dan Mallboro juga naik. Mallboro sebelumnya di tingkat agen seharga Rp19.000/bungkus naik menjadi Rp 20.000/bungkus, sehingga pedagang menjual seharga Rp21.000 per bungkus.

“Begitu pula rokok Sampoerna naik dari Rp 19.000 menjadi Rp 20.000 per bungkus, sehingga pedagang menjual seharga Rp 21.000 per bungkus,” katanya.
Staf Bidang Pengawasan Dinas Perdagangan Kota Sorong Martha Aprena saat memberikan keterangan terpisah, mengatakan kenaikan harga sejumlah merek rokok tersebut bukan oleh distributor yang ada di Kota Sorong tetapi langsung dari pabrik di Pulau Jawa.

Dinas setempat sudah mendatangi distributor di Kota Sorong untuk mengecek kenaikan harga tersebut ternyata kenaikan langsung dari pabrik bukan di tingkat distributor.

“Kenaikan harga rokok tersebut mengakibatkan sejumlah bumbu masak seperti cabai dan tomat juga mengalami kenaikan harga berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Harga Rokok di Sorong Naik