Pemprov Tunda Subsidi Penerbangan Perintis ke 2017

share on:
Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi Doc
Gubernur Papua, Lukas Enembe – Jubi Doc

 

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan subsidi penerbangan penerbangan perintis sebesar Rp80 miliar, baru akan dianggarkan di 2017. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pemangkasan angagran secara besar besaran dari Pusat.

“Program subsidi ini terpaksa tidak dimasukan di APBD Perubahan 2016, tapi akan disiapkan di tahun depan supaya kami siapkan aturannya dulu lalu masukan ke APBD,” kata Lukas Enembe, di Jayapura, Jumat (9/9/2016)

Menurut ia, tak hanya subsidi penerbangan perintis saja yang tidak dimasukan, tetapi sejumlah kegiatan di Dinas Perhubungan Papua yang belum sempat di tender pun akhirnya dipangkas. Hal ini untuk menyelamatkan keuangan daerah.

“Kami sangat sayangkan pemangkasan ini yang berimbas pada pembangunan di Papua. Saya rasa sikap menyayangkan ini tidak hanya terjadi di Papua tetapi juga seluruh daerah di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, kinerja Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Papua disoroti oleh Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) terkait subsidi Rp80 miliar bagi 12 penerbangan perintis di wilayah Papua.

Ketua Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat Papua Yan Mandenas kepada wartawan usai mengikuti sidang APBD Perubahan Papua tahun 2016, mengatakan dewan tidak menyetujui program tersebut.

“Kami di badan anggaran dewan sama sekali tidak mengetahui hal itu, bahkan tidak pernah membahas, jadi dana tersebut diambil dari mana,” katanya.

Ia menilai, Kepala Dinas Perhubungan sudah membuat kesalahan saat Gubernur Papua bersama pejabat Papua lainnya telah melaunching program subsidi penerbangan perintis Papua di VIP Room Bandara Udara Sentani, beberapa waktu lalu.

“Jadi, menurut saya Kadis Perhubungan mimpi di siang bolong. Sebenarnya itu anggarannya tidak ada dalam ABPD Perubahan 2016,” ujarnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemprov Tunda Subsidi Penerbangan Perintis ke 2017