Komnas HAM Duga Ada Kepentingan Jakarta Soal Meninggalnya Rojit

share on:
Komnas HAM RI (Doc.Jubi)
Komnas HAM RI (Doc.Jubi)

Sorong, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menemukan empat temuan atas meninggalnya aktivis Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP), Robert Jitmau, 20 Mei 2016.

Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan empat butir penemuan itu akan mengungkap siapa aktor di balik pembunuhan aktivis yang getol memperjuangkan pasar mama Papua di Kota Jayapura tersebut.

Ditemui saat semiloka nasional alumni binaan Yayasan Binterbusih Yogyakarta asal Papua di Sorong, Papua Barat, Jumat (9/9/2016) ia mengatakan dari temuan pihaknya diduga ada kepentingan pemerintah pusat ihwal pembangunan pasar mama-mama Papua.

Beberapa butir penemuan pihaknya terkait kematian Rojit, sapaan Robert Jitmau, di antaranya:

Pertama, diduga ada kepentingan instansi pusat soal pasar mama Papua yang akan dibangun di APO Jayapura mengenai sumber anggaran yang akan diturunkan, serta beberapa instansi  yang akan mengontrol anggaran tersebut;

Kedua, diduga ada kepentingan Provinsi Papua pada pembangunan pasar mama Papua;

Ketiga, almarhum  Rojit dikenal sebagai aktivis yang tak kenal lelah menyuarakan kepentingan mama Papua yang ditendang dari jalan akibat pesatnya ekonomi modern, dan perkembangan Kota Jayapura;

Keempat, diduga ada kepentingan bisnis sehingga berujung pada tewasnya Rojit.

“Keempat ini mana yang jadi aktor kuat penyebab kematian Rojit itu bisa diuji,” kata Natalius.

Ia mengakui pernah berkoordinasi dengan ahli lalu lintas. Mereka berspekulasi kematian Rojit tidak masuk akal jika dikaitkan dengan kecelakaan lalulintas; dengan berbagai pertimbangan bahwa yang bersangkutan tidak saat berkendara, tetapi sedang duduk dan santai di pinggir jalan.

”Saya sudah panggil beberapa ahli, termasuk ahli lalulintas dari kepolisian, kematian ini tidak masuk akal,” katanya.

Sebelumnya ayah kandung Rojit, Samuel Jitmau meminta Polda Papua dan Kejaksaan Negeri Jayapura untuk segera menghadirkan sekaligus memeriksa tiga orang saksi saat sidang kedua, Rabu pekan depan. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Komnas HAM Duga Ada Kepentingan Jakarta Soal Meninggalnya Rojit