Pemprov Akan Fokus Penguatan dan Pembinaan Kebudayaan Papua

share on:
Kabid Kebudayaan Dinas P&K Provinsi Papua, Yulianus Kuayo - Jubi/Abeth You
Kabid Kebudayaan Dinas P&K Provinsi Papua, Yulianus Kuayo – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadin P&K) Provinsi Papua, Elias Wonda melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Yulianus Kuayo mengungkapkan, terkait pengelolaan kebudayaan di Provinsi Papua untuk ke depan pihaknya akan  mengevaluasi semua event yang ada di bidang pihaknya.

“Ke depan kami akan mengevaluasi semua event-event yang ada di bidang kebudayaan. Karena sekarang hampir sebagian kabupaten dan kota sudah punya event-event budaya seperti festival Baliem di Jayawijaya, festival Biak Munra Wamfasi di Biak Numfor, festival Danau Sentani di Kabupaten Jayapura. Maka, ke depan kami akan fokus penguatan dan pembinaan kebudayaan di tingkat basis masyarakat,” ungkap Yulianus Kuayo ketika ditemui Jubi di taman budaya Ekspo Waena, Kota Jayapura, Jumat (09/09/2016).

Dikatakan Kuayo, salah satu tugas di bidang kebudayaan yang akan diperkuat ke depan adalah strategi penguatan basis pelaku budaya di daerah dengan disiapkan beberapa panduan tentang standar pengelolaan kebudayaan dari masing-masing lima wilayah adat Papua.

Tarian dari Biak Numfor pada Pesta Budaya Papua XIV 2016 di taman budaya Ekspo, Kota Jayapura, Kamis (09/09/2016) - Jubi/Abeth You
Tarian dari Biak Numfor pada Pesta Budaya Papua XIV 2016 di taman budaya Ekspo, Kota Jayapura, Kamis (09/09/2016) – Jubi/Abeth You

“Lalu melakukan kajian bagaimana seni dan budaya Papua ini bisa di aktualisasi melalui kurikulum muatan lokal di setiap satuan pendidikan di tanah Papua,” papar Yulianus.

Menurutnya, hal itu merupakan program pembinaan kebudayaan dan kesenian daerah Papua yang berlatar belakang tanah Papua memiliki beraneka ragam bentuk seni pertunjukan yang masih hidup dengan aneka ragam seni tradisi Papua merupakan identitas etnis atau suku.

Salah satu peserta Pesta Budaya Papua XIV dari Kabupaten Paniai, Engel Tekege menyetujui akan adanya evaluasi yang direncanakan dari Bidang Kebudayaan Provinsi Papua pihaknya menginginkan harus ada pelatihan-pelatihan khusus yang bekerjasama sama dengan lembaga seni budaya terkait yang ada di negara Indonesia.

“Ini pesta budaya Papua non lomba. Jadi, setelah ini kami mau Pemerintah Provinsi Papua melalui dinas terkait harus memfasilitasi lembaga budaya tertentu dalam rangka pengembangan ilmu kami. Mungkin seperti tari tradisional dan musik tradisional ini,” tuturnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemprov Akan Fokus Penguatan dan Pembinaan Kebudayaan Papua