Ini Alasan Natan Tebay Di-PAW sebagai Ketua AMPTPI DPW Indonesia Timur

share on:
Sekjen AMPTPI, Januarius Lagowan (kiri) dan Natan Naftali Tebay dalam suatu kesempatan di Jayapura - Jubi/Abeth You
Sekjen AMPTPI, Januarius Lagowan (kiri) dan Natan Naftali Tebay dalam suatu kesempatan di Jayapura – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur, Natan Naftali Tebay beserta dengan sekretaris Elius Pekey diberhentikan dari jabatannya.

Hal itu dimuat di dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat  AMPTPI Nomor : PO-003/A5/J-1/VII/2016 tentang pergantian antar waktu (PAW) Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur yang ditandatangani Sekjen AMPTPI, Januarius Lagowan tertanggal 8 Juli 2016.

 “Dalam rangka memudahkan garis koordinasi antara Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur serta Badan Pengawas organisasi AMPTPI, maka dipandang mendesak untuk diganti Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur dalam hal ini ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur atas nama saudara Natan Naftali Tebay,” tulis Sekretaris Jenderal AMPTPI, Yanuarius Lagowan dalam rilis yang diterima Jubi, Minggu (12/09/2016).

Ia menjelaskan, AMPTPI adalah organisasi moderat yang tidak berhaluan gerakan kiri (KNPB, PNWP, NFRPB, ULMWP) dan bukan organisasi gerakan kanan (KNPI, Partai Politik, BMP).

Natan N. Tebay memegang multi jabatan yang bertentangan dengan prinsip AMPTPI antara lain Ketua KNPI Kabupaten Dogiyai, dan Ketua Partai Perindo Kabupaten Dogiyai sehingga dipandang perlu diberhentikan dari jabatan ketua Dewan Pimpinan Wilayah AMPTPI Indonesia Timur hingga kongres AMPTPI ke-IV pada tahun 2017.

“Saudara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur dipandang berorganisasi dan menjalankan kewajibannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah bekerja tanpa koordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat dan Badan Pengawas Organisasi,” ujarnya.

Sebagai pengganti, pihaknya mengangkat Ketan Yelipele sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur dan Antonius Yohame sebagai (Plt) Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur sampai keputusan tetap akan di buat.

“Sebagai akibat dari ditetapkannya keputusan ini, maka saudara Natan Naftali Tebay dan saudara Elius Pekey tidak diperkenankan melakukan aktivitas atas nama orgnisasi AMPTPI,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Natan Naftali Tebay saat dikonfirmasi Jubi mengatakan, dirinya bukan lagi seorang mahasiswa yang harus bergabung di dalam organisasi kemahasiswaan tersebut. Pada saat pemilihan di Bogor tidak ada mahasiswa yang bergabung dalam wadah AMPTPI, sehingga ia harus menjalani sebagai Ketua DPW selama ini.

“Tidak heran dengan keputusan itu. PAW itu hal biasa dalam organisasi. Ini kebijakan pengurus pusat. Saya hanya akan berusaha semaksimal mungkin memegang amanah,” jelas Natan. (*)

Editor : Dominggus Mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ini Alasan Natan Tebay Di-PAW sebagai Ketua AMPTPI DPW Indonesia Timur