Bocah 4 Tahun Tewas Ditabrak di Wouyebutu, Pelaku Diamankan Polisi

share on:
Yonas Magai, anak berusia 4 tahun sedang terbaring di tengah jalan usai ditabrak oleh sebuah mobil Avansa warna Gold DS 1908 K di Paniai - Jubi/IST
Yonas Magai, anak berusia 4 tahun tergeletak di tengah jalan setelah ditabrak oleh sebuah mobil Avansa warna Gold DS 1908 K di Paniai – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Seorang bocah, Yonas Magai (4 tahun),  tewas ditabrak Mobil Avanza berwarna gold DS 1908 K, Jumat, (9/9/2016) pukul 14.00 WIT di pertigaan jalan raya Madi-Bibida, persis di kampung Wouyebutu, Distrik Paniai Timur, Paniai.

Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) itu terjadi di siang bolong. Tiga anak kecil sedang bermain di bahu kiri jalan. Entah bagaimana seorang pengendara mobil Avanza DS 1908 berinisial S (45 tahun) menabrak salah seorang diantaranya hingga tewas.

“Kronologis kejadian adalah pengendara mobil dari arah kampung Enarotali hendak menuju kampung Kopo. Sesampainya di tempat kejadian laka lantas (TKP), pengendara mobil tersebut melihat tiga orang anak kecil sedang bermain di bahu jalan sebelah kiri. Kemudian pengendara mobil merasa bahwa mobilnya menginjak sesuatu sehingga dia berhenti dan melihat salah seorang anak kecil telah tergelatak dalam kondisi kepala pecah dan diketahui meninggal dunia,” demikian kronologi yang dijelaskan oleh Kapolres Paniai, AKBP. Leonardus Nabu, yang dikonfirmasi Jubi, Minggu (11/09/2016).

Pengendara mobil (S), yang kemudian diketahui berprofesi supir beralamat di Kampung Bapauda, Distrik Paniai Timur itu, lalu berlari meninggalkan mobilnya dan mengamankan diri ke pos TNI Yonif Raider 753/AVT Uwibutu yang berjarak kurang lebih 100 meter dari TKP, ungkap Leonardus Nabu. Bocah kecil itu adalah warga Kampung Wouyebutu, Distrik Paniai Timur.

Menurut keterangan Kapolres, sekitar pukul 14.10 WIT,  Wakapolres Paniai, Kompol Marianus Laba, Kabag Ops Polres Paniai Kompol Sukapdi, bersama lima belas anggota Polres Paniai yang saat itu melakukan piket, tiba di pos TNI Yonif Raider 753/AVT Uwibutu untuk mengamankan sopir tersebut dan berusaha melakukan negoisasi dengan pihak keluarga korban yang datang menuntut.

“Waktu itu Wakapolres Paniai beserta anggota Polres Paniai yg dibantu oleh anggota TNI Yonif Raider 753/AVT Pos Uwibutu pimpinan Lettu Inf. Zaenal Arifin, mendapatkan hadangan dari pihak keluarga korban sehingga proses negosiasi dan upaya mengamankan pelaku tidak berjalan lancar karena pihak keluarga korban berusaha menganiaya si sopir yang pada saat itu telah diamankan di dalam mobil Sabhara Polres Paniai yang diparkir di halaman Pos TNI Yonif Raider 753/AVT Uwibutu,” demikian penjelasan Kapolres Leonardus Nabu.

“Massa semakin brutal, mereka melakukan pelemparan kaca mobil Sabhara pada bagian samping kiri (pecah) dan menganiaya sopir, sehingga aparat keamanan yang ada di lokasi memberikan tembakan peringatan. Kemudian massa berlari keluar halaman Pos TNI Yonif Raider 753/AVT Uwibutu, dan supir yang dalam keadaan luka pada bagian wajah dapat diamankan masuk ke dalam pos TNI Yonif Raider 753/AVT Uwibutu,” lanjutnya.

Lalu pada pukul 15.30 WIT sekelompok massa melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap mobil yang dikendarai oleh pelaku yang masih berada di tempat kejadian.

Sekitar pukul 16.00 WIT, Wakapolres Paniai, Kompol Marianus Laba, dibantu tokoh masyarakat setempat dan Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Deiyai, Yafet Adii serta tujuh orang dari Satpol PP yang dipimpin Yesaya Agapa, terus berusaha melakukan negoisasi terhadap pihak keluarga korban untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara yang baik.

Setelah mendapatkan himbauan dari pihak kepolisian, dan pihak aparat keamanan, tokoh masyarakat setempat dan Kepala Kesbang Linmas Deiyai, Yafet Adii kemudian pihak keluarga korban meninggalkan Pos TNI Yonif Raider 753/AVT Uwibutu.

“Lalu korban dibawa terlebih dahulu ke rumah orang tua korban di Kampung Wouyebutu untuk disemayamkan. Permasalahan kasus laka lantas itu akan diselesaikan setelah dilakukan pemakaman terhadap korban. Jadi penyelesaian masalah akan dilakukan di Mapolres Paniai,” ujar Nabu.

Pihak kepolisian dikatakan telah mengamankan supir S itu ke Mapolres Paniai dengan pengawalan ketat anggota Polres Paniai dan BM Polda Papua BKO Polres Paniai dengan dua unit mobil.

Nabu mengatakan, pengamanan pelaku bukan berarti melindungi, namun menunggu keputusan pihak keluarga apakah dilakukan proses hukum atau membayar denda secara adat adat.

”Hari Sabtu (10/9/2016) jenasah telah dimakamkan di halaman rumah orang tua. Dan hari itu dari pukul 10.00 WIT sampai 16.30 WIT, bertempat di Mapolres Paniai Sat lantas Polres Paniai, telah dilakukan pertemuan mediasi antara pihak keluarga korban dan pelaku. Pelaku hingga saat ini diamankan di Polres Paniai, guna proses hukum selanjutnya,” kata Nabu.

Foto anak asli Papua yang meninggal tersebut sempat viral di media sosial dan memancing kemarahan, disamping kesedihan. Berbagai peristiwa tabrak lari yang banyak terjadi terhadap orang asli Papua belakangan ini membuat kabar ini cepat tersebar dan memancing kemarahan publik.

Terpisah, tokoh pemuda Pegunungan Tengah Papua, Natan Tebay mengutuk peristiwa yang telah menghilangkan nyawa seorang bocah itu.

“Kami kutuk tabrakan yang membuat seorang anak itu mati. Bagaimana mungkin bisa ditabrak begitu saja hingga kepala pecah, berapa kecepatan mobil itu hingga bisa menewaskan,” ujar Natan dengan nada kesal, sambil menambahkan bahwa sulit bagi dirinya untuk tidak berfikir ada modus dibalik banyak kasus laka lantas, serta tabrak lari, yang menimpa orang asli Papua belakangan ini tanpa penyelidikan.

Dirinya sekaligus meminta kepada Polda Papua untuk mengungkap modus dibalik kasus-kasus laka lantas dalam dua tahun terakhir ini.

“Kapolda Papua harus ungkapkan kenapa laka lantas ini terjadi berulang yang mengorbankan rakyat Papua, apalagi anak-anak muda yang punya harapan masa depan Papua. Dimanakah peran Polantas untuk mengatasi kasus tabrak lari entah di Timika, Nabire, Paniai dan Jayapura ini?” ujarnya.

“Kami minta kepada Polda Papua segera ungkap semua modus kasus-kasus laka lantas yang terjadi dalam dua tahun ini,” ujar Natan.

Dia juga meminta Kapolres Paniai agar pelaku yang diamankan di Mapolres Paniai segera diproses sesuai hukum yag beraku.

Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR. Gobay, yang turut membantu kasus tersebut diproses ke ranah hukum, berharap dengan proses hukum ke depan menjadi satu pelajaran bagi pelaku.

“Kami ikuti dulu kemauan keluarga korban. Tapi, intinya kami mendorong ini ke jalur hukum,” katanya.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bocah 4 Tahun Tewas Ditabrak di Wouyebutu, Pelaku Diamankan Polisi